Top, Ekspor RI Meroket 30%! Gara-gara Rupiah Melemah Ya?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 April 2021 11:56
Warga menukarkan sejumlah uang di mobil kas keliling dari sejumlah bank yang terparkir di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Senin (13/5/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2021 sangat impresif. 

Pada Kamis (15/4/2021), BPS melaporkan nilai ekspor Indonesia bulan lalu adalah US$ 18,35 miliar. Naik 30,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Sementara dibandingkan dengan Februari 2021 (month-to-month/mtm), nilai ekspor Indonesia tumbuh 20,31%.

"Pertumbuhan ekspor Maret 2021 ini sangat-sangat bagus sekali. Kita berharap pertumbuhan tinggi tetap terjadi pada bulan-bulan berikutnya," kata Suhariyanto, Kepala BPS.


Menurut Suhariyanto, kenaikan ekspor adalah buah dari perekonomian dunia yang semakin pulih dari dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Ini terlihat dari angka Purchasing Managers' Index (PMI) dunia yang pada Maret 2021 berada di 55. Ini adalah yang tertinggi dalam 121 bulan terakhir.

"Secara umum, PMI manufaktur global mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi karena seiring meningkatnya aktivitas masyarakat karena vaksinasi. Permintaan komoditas juga meningkat," kata Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto.

Akan tetapi, Kecuk tidak menampik bahwa depresiasi rupiah ikut menyumbang perbaikan performa ekspor. Sebagai catatan, rupiah melemah 1,89% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama Maret 2021.

"Selama Maret kemarin ada depresiasi rupiah. Tentunya ketika rupiah melemah, harga produk kita menjadi lebih murah sehingga kompetitif dan meningkatkan ekspor. Kemungkinan iya, tetapi lebih tepat dijawab oleh kawan-kawan di Bank Indonesia," papar Kecuk.


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading