KFC Berdarah-Darah, Toko Ritel Bertumbangan 1 Toko Per Hari!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
14 April 2021 17:47
Pengunjung memlih produk yang dijual di supermarket Giant, Pondok Cabe, Tangerang Selata, Rabu (4/3/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan selama lebih dari satu tahun belum juga menunjukkan perbaikan di sektor konsumsi seperti ritel hingga restoran.

Contoh terbaru adalah waralaba restoran KFC yang setahun terakhir didera masalah hubungan industrial dengan pekerja karena soal penutupan gerai, upah, sampai berujung masalah keuangan yang berdarah-darah.

Di sisi lain, sektor ritel juga tak kalah pelik, hari ke hari jumlah gerai ritel yang tutup bertumbangan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan setiap harinya toko ritel di Indonesia yang tutup kian bertambah.


Menurutnya, toko yang harus tutup atau bangkrut ini disebabkan karena permintaan lemah di sektor konsumsi. Padahal konsumsi masyarakat sangat menentukan keberlanjutan usaha ritel.

"Setiap hari kami hitung dari sisi asosiasi, hampir 1 toko tutup setiap hari, di seluruh Indonesia termasuk di Bali," ujarnya dikutip Rabu (14/4).

Ia bilang pelaku usaha ritel yang harus gulung tikar dan menutup usahanya masih berlanjut di tahun ini. Sejak awal tahun hingga saat ini sudah ada 90 toko yang harus menutup usahanya.

"Kalau kita lihat 3 bulan ini kita sudah ada 90 toko yang tutup termasuk minimarket, supermarket, department store maupun juga tenant," katanya.

Minta Perlindungan Pemerintah

Kondisi yang terus berlarut tanpa adanya perbaikan membuat pelaku usaha risau. Roy meminta perlindungan pemerintah agar tidak semakin banyak pelaku usaha ritel yang bangkrut.

Perhatian khusus dari Pemerintah sangat diharapkan, apalagi industri ritel adalah salah satu usaha yang harus bertahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Ini bagaimana relaksasi untuk tetap bertahan dan beroperasi sebagai sektor kedua yang harus tetap buka selain RS," jelasnya.

Ia menyebutkan, salah satu stimulus yang dibutuhkan oleh pelaku usaha ritel adalah tambahan dana dari Pemerintah. Diharapkan tambahan anggaran dari Pemerintah bisa membantu sektor ritel tetap bertahan dan melayani UMKM yang berbelanja di mereka.

"Kami butuh vaksinasi keuangan selain vaksinasi pandemi, karena tanpa itu kemana kita. Kita punya 7 juta UMKM yang dagang di ritel, tapi UMKM enggak bisa dagang karena toko (ritel) tutup. Jadi mereka (pelaku usaha ritel) butuh diberikan bantuan untuk bisa tetap berdagang dengan menjaga sektor hilirnya," tegasnya.

KFC yang Berdarah-Darah

Memburuknya kondisi ritel juga diikuti oleh usaha sejenis tenant restoran. Setelah tahun lalu menutup ratusan gerainya, persoalan internal soal hubungan industrial dengan pekerjanya menjadi masalah belum berkesudahan.

Pada Senin (12/4), kalangan buruh yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) SBT PT Fast Food Indonesia Tbk menggelar aksi demonstrasi di depan gerai KFC Gelael, MT Haryono, Jakarta, yang juga sebagai lokasi kantor pusat.

Para pekerja mendesak PT Fast Food Indonesia Tbk untuk mengeluarkan kebijakan pembayaran upah sebagaimana mestinya dan mengembalikan upah yang selama ini ditahan oleh perusahaan.

"Upah dipotong dan dihutang 30% yang otomatis upah di bawah UMK (upah minimum kota)," kata Koordinator SPBI Anthony Matondang kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/4/21).

pada April 2020 lalu perusahaan mengeluarkan kebijakan pemotongan dan penahanan upah. Bahkan, Tunjangan Hari Raya (THR) yang dibayarkan tidak sesuai dengan ketentuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

"Akibat dari kebijakan ini, sebagian pekerja KFC mendapatkan upah jauh di bawah upah minimum kota atau kabupaten yang berlaku tahun 2020," jelasnya.

Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk Justinus Dalimin Juwono akhirnya buka suara. Ia menegaskan ihwal persoalan kebijakan perusahaan yang terkait para pekerja sudah disampaikan, dirundingkan, dan ada kesepakatan dengan serikat pekerja lain, yakni SPFFI. Ia menegaskan segala persoalan sudah selesai dibahas dengan serikat pekerja.

"Jadi sudah ada pembicaraan klarifikasi sama serikat pekerja kita sudah beres dengan serikat pekerja kita. Sudah tuntas," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading