Markas 'Dikepung' Pekerjanya, KFC Ambil Langkah Tak Diduga!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
14 April 2021 15:07
Demo Pekerja KFC di Kemnaker RI. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serikat pekerja KFC menganggap setelah ada aksi demo di kantor pusat pada Senin (12/4), pihak manajemen melakukan tindakan yang dinilai mempersulit pekerja untuk kembali ke tempat kerja.

Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) PT Fast Food Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa KFC mewajibkan pekerja yang melakukan aksi pada 12 April 2021 lalu di kantor pusat KFC untuk melakukan tes PCR, jika tidak, maka pekerja berpotensi terkena ketentuan perjanjian kerja.

Kebijakan ini mendapat pertentangan dari SPBI karena bakal membuat sebagian besar pegawai yang melakukan aksi tidak bisa bekerja kembali. Alasannya karena biaya tes PCR tergolong mahal untuk bisa dipenuhi buruh.


"Ada tindakan balasan dari KFC terkait massa aksi harus tes PCR. Kalau tidak, ada sanksi ke pekerja dengan mengeluarkan surat Intermemo khusus buat SPBI KFC. Sedangkan tes PCR digunakan ketika ada gejala covid dan sesuai aturan Kemenkes bisa tes swab antigen sudah cukup untuk preventif dalam aksi pekerja," kata Koordinator SPBI Anthony Matondang kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/4/21).

Buruh merasa terbebani karena biaya PCR tergolong mahal, sehingga untuk bisa kerja kembali saja sudah mendapat tantangan yang tidak mudah. Anthony menyebut para pekerja yang melakukan aksi belum bisa kembali bekerja.

"Belum boleh sampai hari ini, sesuai suratnya KFC di atas. Hal tersebut patut diduga mengarah bahwa KFC Anti Serikat," katanya.

Pada aksi yang berlangsung di awal pekan ini, sebanyak 50 pekerja ikut serta melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor pusat KFC di depan gerai KFC Gelael, MT Haryono Jakarta. Mereka berasal dari Jabodetabek hingga Surabaya.

Ketentuan aturan wajib tes PCR tertuang dalam Inter-Offcie Memo nomor 005/PMD-KFC/INT/IV/2021 perihal Kewajiban melaksanakan tes Swab PCR, ada syarat yang perlu buruh penuhi, seperti yang beredar di antara pekerja KFC.

"Sehubungan dengan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja KFC di Jakarta pada tanggal 12 April 2021 serta untuk menjalankan kewajiban Prosedur Kesehatan Pencegahan Covid-19, maka Perusahaan kewajiban untuk setiap Pekerja yang mengikuti aksi tersebut menunjukkan dan menyampaikan hasil test Swab PCR Negatif (Asli) kepada RGM atau AC Yang berkepentingan pada saat sebelum masuk bekerja," tulis paragraf pertama pada memo yang ditandatangani oleh People Management Manager, Risma D. Siberani itu.

"Bagi Pekerja yang tidak menunjukkan hasil Swab PCR Negatif (asli) sebelum masuk bekerja, maka RGM atau AC yang berkepentingan akan memberikan waktu sampai dengan tanggal 15 April 2021 untuk dapat menunjukkan hasil Swab PCR Negatif (asli). Apabila sampai dengan tanggal 15 April 2021 pekerja bersangkutan tidak dapat menunjukkan hasil Swab PCR Negatif (asli), maka Perusahaan akan memberlakukan ketentuan sebagaimana yang berlaku dan diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama," tulis paragraf kedua.

Soal memo tersebut, Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk Justinus Dalimin Juwono belum merespons pertanyaan CNBC Indonesia. Namun, sebelumnya  Justinus sempat menanggapi soal aksi demo SPBI dan aspirasi pekerja yang disampaikan.

Ia menegaskan pekerja yang demo pada Senin di kantor pusat KFC tak mewakili suara serikat pekerja restoran KFC di seluruh Indonesia.

"Itu serikat pekerja lain, yang kita tidak tahu. Kita ada Serikat Pekerja Fast Food Indonesia (SPFFI)," kata Justinus kepada CNBC Indonesia, Selasa (13/4). SPFFI merupakan serikat buruh yang menjadi anggota dari SPBI.

Ia menegaskan ihwal persoalan kebijakan perusahaan yang terkait para pekerja sudah disampaikan, dirundingkan, dan ada kesepakatan dengan SPFFI. Ia menegaskan segala persoalan sudah selesai dibahas dengan serikat pekerja.

"Jadi sudah ada pembicaraan klarifikasi sama serikat pekerja kita sudah beres dengan serikat pekerja kita. Sudah tuntas," katanya.

Justinus menegaskan kebijakan perusahaan tujuannya untuk mencegah terjadi PHK di perusahaannya, agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading