Rekor! Ada PPnBM Effect, Penjualan Mobil Maret 'To The Moon'

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 April 2021 12:38
Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terjadi pembalikan tajam dalam penjualan mobil pada Maret 2021 dibandingkan Februari 2021. Faktor utama tak lain yaitu kebijakan diskon pajak 0% atau PPnBM 0% pada mobil di bawah 1.500 cc mulai 1 Maret 2021.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil Maret 2021 berdasarkan wholesales (pabrik ke dealer) melompat naik 72% dibandingkan Februari 2021. Pada Maret terjual 84.910 unit sedangkan Februari 49.202 unit.

Sedangkan secara tahunan ada kenaikan yang juga signifikan, dibandingkan Maret 2020. Ada kenaikan 10% dibandingkan Maret 2020 yang sempat hanya terjual 76.800 unit. Saat kondisi normal sebelum pandemi penjualan Maret 2019 tercatat sempat 90.368 unit.


Hal ini tentu jadi rekor tersendiri, penjualan mobil untuk kali pertama semenjak pandemi mengalami kenaikan secara tahunan maupun bulanan.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan program relaksasi PPnBM telah mendukung peningkatan penjualan mobil pada Maret 2021. 

"Kalau ini bisa sustain dijaga, kemudian ekosistem industrinya jalan," kata Kukuh dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (13/4).

Relaksasi PPnBM telah dimulai pada 1 Maret khusus untuk mobil-mobil bermesin di bawah 1.500 cc dengan local purchase komponen setidaknya 70%. Pada tahap 1, yakni Maret - Mei 2021, pemerintah memotong kewajiban membayar PPnBM sampai 100%

Pada tahap 2 (Juni - September 2021) potongan 50%, dan tahap 3 (Oktober - Desember 2021) potongannya 25 persen. Kemudian pemerintah sudah memperluas relaksasi PPnBM untuk mobil-mobil 1.501 - 2.500 cc dengan local purchase minimal 60% mulai 1 April 2021. 


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading