PPnBM 0% Mulai 1 Maret

Pajak 0% Sakti, Bos Honda Akui Ada Lompatan Penjualan 50%!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 March 2021 16:00
Ilustrasi Honda Brio Foto: Detik Foto/ Ari Saputra

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sudah resmi memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah 0% untuk pembelian mobil baru. Bagi pelaku usaha, mengakui ada lonjakan permintaan bahkan sampai 50% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya seperti yang dialami Honda.

Meski sudah ada ketetapan, namun Menteri Perindustrian Agus Gumiwang meminta APM yang sudah mendaftarkan produknya untuk dapat melakukan fungsi imbauan, controlling, serta supervisi kepada diler, agar penurunan harga kendaraan dapat sesuai dengan harapan atau ekspektasi konsumen.

"Kami berharap relaksasi PPnBM, khususnya pada tipe kendaraan yang telah ditetapkan, dapat menjadi katalis kebangkitan industri otomotif nasional yang ditandai dengan peningkatan signifikan utilisasi produksi kendaraan bermotor pada akhir tahun 2021, dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya," jelas Agus dalam keterangan resmi, Jumat (5/3/21).

Program relaksasi PPnBM ditargetkan untuk meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Berdasarkan Ketetapan Menteri Perindustrian nomor 169 tahun 2021, terdapat 21 jenis tipe kendaraan dari enam pabrikan yang ditetapkan mendapatkan stimulus ini.

"Tentu kami dari pemerintah menginginkan program ini dapat berjalan baik, tepat sasaran dan sesuai target. Karenanya butuh dukungan kuat dari para pelaku industri otomotif itu sendiri dalam implementasinya," kata Agus.

APM yang menjalankan relaksasi ini mengklaim sudah merasakan dampaknya. Bussiness Innovation and Sales Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy menyebut terjadi peningkatan permintaan hingga 50 persen dibandingkan bulan lalu pada periode yang sama. Honda sendiri menargetkan mampu mempertahankan market share sebesar 14 persen.

"Ini juga menjadi tantangan bagi industri untuk mampu memenuhi permintaan konsumen yang meningkat. Jadi kami terus memonitor supaya suplai produk kendaraan bisa mengikuti permintaan," sebutnya.

Pabrikan mobil asal Jepang lainnya yakni Toyota memiliki target lebih besar ketika ada kebijakan anyar.

"Tentunya kami akan mendukung dan berupaya berkontribusi pada target pemerintah untuk peningkatan penjualan hingga 82 ribu unit," sebut Vice President Toyota Astra Motor, Henry Tanoto.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada PPnBM Effect, Penjualan Mobil Februari Diramal Ambruk!


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading