Internasional

AS-Filipina Latihan Tempur Bersama di LCS, Mau Gempur China?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
12 April 2021 11:06
Penjaga Pantai Filipina / Satuan Tugas Nasional-Laut Filipina Barat, beberapa dari 220 kapal Tiongkok terlihat tertambat di Whitsun Reef, Laut Cina Selatan (Philippine Coast Guard/National Task Force-West Philippine Sea via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Filipina dan Amerika Serikat (AS) mengatakan akan menggelar latihan tempur bersama di wilayah Laut China Selatan (LCS), Minggu (11/4/2021). Ini dilakukan selama dua minggu ke depan.

Dikutip GMA News, sekitar 700 tentara AS dan hingga 1.300 anggota militer Filipina akan ambil bagian dalam latihan ini. Angka ini jauh lebih kecil dari latihan biasanya karena pandemi Covid-19.


"Latihan tahun ini merupakan gabungan dari aktivitas virtual dan fisik," kata Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, dikutip Senin (12/4/2021).

"Ini latihan yang sederhana, hanya untuk menjaga aliansi, kontak, antara dua angkatan bersenjata."

Pengumuman itu datang beberapa jam setelah panggilan telepon antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan mitranya dari Filipina Delfin Lorenzana. Dari laporan Pentagon, keduanya membahas situasi di LCS dan kapal China yang baru-baru ini yang memasuki wilayah Whitsun Reef.

Latihan ini dilakukan seiringan manuver militer China yang relatif sama di perairan yang disengketakan itu. Tentara China, PLA, juga memulai serangkaian latihan LCS selama sebulan penuh hingga akhir April 2021.

"Latihan militer akan digelar di zona melingkar dengan radius lima kilometer di LCS sebelah barat Semenanjung Leizhou, mulai Kamis hingga akhir April. Masuknya kapal lain dilarang," tulis pemberitahuan pembatasan navigasi yang dirilis oleh Administrasi Keselamatan Maritim China pekan lalu.

Keadaan di LCS semakin memanas pasca-200 kapal nelayan China menabuh jangkar secara bersamaan di wilayah Whitsun Reef. Filipina menuduh bahwa hal ini dilakukan untuk memperluas klaim Negeri Tirai Bambu di perairan itu.

Whitsun Reef berada sekitar 320 kilometer (175 mil laut) sebelah barat Pulau Palawan, Filipina. Menurut Pengadilan Arbitrase Internasional, ini masuk Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) negeri Presiden Rodrigo Duterte.

China sendiri menyatakan area itu masih kedaulatannya dengan nama Niu'e Jiao. Beijing mengatakan bahwa kapal-kapal itu sedang berlindung dari cuaca buruk.

China selama ini mengklaim 90% LCS dengan konsep sembilan garis putus-putus (nine-dash line). Ini meliputi area seluas sekitar 3,5 juta kilometer persegi (1,4 juta mil persegi).

Klaim teritorial sepihak tersebut tumpang tindih dengan klaim beberapa negara ASEAN dan Taiwan. Selain dengan China dan Filipina, LCS sendiri berbatasan dengan Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading