Internasional

Panas! Kapal Iran Diserang Israel di Laut Merah

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
08 April 2021 15:56
Dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama yang diamankan Bakamla di perairan Pontianak, Kalimantan Barat. (AP/Indonesian Maritime Security Agency) Foto: Ilustrasi (AP/Indonesian Maritime Security Agency)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal kargo milik Iran, MV Saviz, diserang di Laut Merah, Selasa (6/4/2021). Kementerian Luar Negeri Iran secara resmi mengkonfirmasi hal ini, Rabu (7/4/2021).

Menurut Deutsche Welle yang mengutip media semi rersmi pemerintah Tasnim, kapal itu mengalami kerusakan setelah ranjau meledak di lambung kapal. Namun tidak ada korban terluka dalam kejadian tersebut.


"Kapal itu rusak sebagian, untungnya tidak ada yang terluka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Said Khatibzadeh.

Hingga saat ini belum jelas siapa dalang dari serangan itu. Namun sebuah artikel di New York Times menyatakan bahwa Israel berada di balik serangan itu.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa salah seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa serangan Israel adalah pembalasan atas serangan Iran sebelumnya terhadap kapal-kapal Israel. Kedua negara kerap berseteru di Timur Tengah.

MV Saviz sendiri merupakan kapal yang sangat penting bagi Teheran .Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat menyebut Saviz sebagai "kapal induk Iran".

Mereka menganggap kapal itu sebagai pangkalan untuk intelijen dan gudang senjata untuk Pengawal Revolusi. Kapal, yang kerap dikeluhkan Arab Saudi ini, juga dikatakan menjadi sumber persenjataan bagi pemberontak Houthi di Yaman yang bermusuhan dengan Negeri Raja Salman.

Teheran sendiri, telah menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa kapal itu memainkan peran "anti-pembajakan" di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Wilayah tersebut merupakan titik penghubung untuk pengiriman internasional.

Iran sendiri saat ini tengah melakukan pertemuan di Wina, Austria dengan AS. Pertemuan itu membahas sanksi Iran dan program nuklir.

Hasil pertemuan tersebut diprediksi akan mempengaruhi harga minyak. Pasalnya Iran akan berkesempatan menjual minyaknya bila sanksi dicabut dan menambah pasokan minyak global.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading