Internasional

Israel Siap Serbu Iran, Anggarkan Rp 21 T

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 October 2021 16:45
Jet Tempur Israel (REUTERS/RONEN ZVULUN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Israel dilaporkan menyepakati pendanaan sebesar 5 miliar Shekel atau setara Rp 21 triliun, untuk mempersiapkan militer menghadapi potensi serangan terhadap program nuklir Iran.

Mengutip Times of Israel, dana itu sendiri terdiri atas 3 miliar Shekel anggaran sebelumnya dan tambahan 2 miliar Shekel dari anggaran berikutnya yang dijadwalkan akan disetujui oleh pemerintah pada bulan November.


"Ini termasuk dana untuk berbagai jenis pesawat, drone pengumpul intelijen dan persenjataan unik yang diperlukan untuk serangan semacam itu, yang harus menargetkan situs bawah tanah yang dijaga ketat," kata laporan tanpa sumber yang diumumkan di Channel 12 Israel pada Senin (18/10/2021).

Laporan itu muncul beberapa hari setelah sekutu Israel, Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mereka telah berhasil melakukan uji coba "penghancur bunker" barunya, GBU-72 Advanced 5K Penetrator. Bom seberat 5 ribu pon dapat digunakan sebagai alat untuk menyerang situs nuklir milik Teheran.

Sebelumnya niat Tel Aviv dalam menyerbu Iran telah didengungkan oleh Kepala Staf tentara Israel (IDF), Aviv Kohavi. Ia menyebut bahwa Negeri Yahudi itu mempercepat persiapan untuk tindakan terhadap program nuklir Iran.

"Sebagian besar peningkatan anggaran pertahanan, seperti yang baru-baru ini disepakati, dimaksudkan untuk tujuan ini. Ini adalah pekerjaan yang sangat rumit, dengan lebih banyak kecerdasan, lebih banyak kemampuan operasional, lebih banyak persenjataan. Kami sedang mengerjakan semua hal ini," katanya.

Bulan Januari lalu Kohavi juga menyebut bahwa IDF sedang mempersiapkan rencana operasional baru untuk serangan militer yang kuat, dan pada bulan Agustus bahwa kemajuan nuklir Iran telah mendorong IDF untuk mempercepat rencana operasionalnya.

Sementara itu perundingan yang akan membawa Tehran kembali dalam kesepakatan nuklir saat ini mandek. Presiden Ebrahim Raisi mulai meninggalkan kesepakatan itu setelah tidak tercapainya kesepakatan dalam diskusi Juni lalu di Austria.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Misteri Pembunuh Ahli Nuklir Iran, Israel Pakai Robot AI


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading