Mudik Lokal Juga Dilarang, Pengalaman 2020 Banyak yang Bobol!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
06 April 2021 15:23
Kepadatan kendaraan di ruas tol Jakarta-Cikampek, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Pemerintah memprediksi akan adanya lonjakan lalu lintas kendaraan bermotor pada libur Iduladha nanti, karena tidak adanya larangan mudik seperti yang dilakukan pada saat Idulfitri lalu. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan sejumlah antisipasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H. Antisipasi dilakukan mengingat perayaan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat (31/7/2020), yang berarti akan ada libur panjang akhir pekan (long weekend). Sementara untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas kendaraan bermotor saat liburan Idul Adha, Kemenhub mempersiapkan personel serta berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan di daerah untuk meningkatkan pengawasan di lapangan, serta dengan para operator transportasi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sudah memastikan larangan mudik berlaku diseluruh Indonesia mulai 6 - 17 Mei 2021 mendatang. Namun, aturan teknis masih menunggu aturan larangan mudik yang saat ini sedang di finalisasi Kementerian Perhubungan. 

Larangan mudik ini tidak hanya berlaku untuk perjalanan antar kota antar provinsi, tapi juga berlaku untuk perjalanan dekat seperti di wilayah Jabodetabek yang biasa disebut 'mudik lokal'.

"Larangan mudik berlaku di seluruh Indonesia. Detailnya nanti mohon ditunggu saat diumumkan," terang Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, mengutip detikcom, Selasa (6/4/2021).


Berkaca dari tahun lalu, Pemeritah Provinsi DKI Jakarta tidak mengizinkan mudik lokal dan mengimbau kepada warga supaya mudik secara virtual saja. Saat itu pemerintah melarang warga yang tinggal di zona merah agar tidak mudik ke luar daerah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan syarat ketat bagi orang yang ingin keluar atau masuk DKI Jakarta. Jika ingin bepergian keluar/masuk Jakarta, masyarakat diharsukan memiliki Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM), meski akhirnya diubah menjadi pengisian formulir CLM Khusus di Jakarta.

Ketua Umum Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Shafruhan Sinungan menilai larangan dari mudik lokal pada tahun lalu tetap banyak pelanggar dari masyarakat yang melakukan pergerakan.

"Kenyataannya apa? Orang tetap bergerak, kalau wilayah Jabodetabek ya kita tidak anggap mudik lah itu, kalau jarak jauh membawa keluarga itu mudik," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Sahfruhan dari tahun lalu, justru masyarakat terlihat kucing-kucingan dengan petugas. Terlihat dari banyaknya angkutan penumpang ilegal plat hitam yang curi-curi kesempatan dan mobilitas kendaraan pribadi. Juga truk pengangkut yang disulap menjadi angkutan penumpang.

"Pengawasan dari petugas juga masih kurang," katanya.

Makanya dia meminta kepada Pemerintah sebaiknya mudik tetap boleh diselenggarakan. Tapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Sahfruhan menilai kegiatan mudik tidak hanya membantu pelaku usaha di sektor transportasi darat, tapi juga ekonomi masyarakat daerah yang berputar.

"Jadi kita dari Organda berharap dikaji ulang boleh mudik tapi terapkan Prokes, masih ada waktu. Terutama masyarakat saat ini juga sudah sadar akan bahaya Covid. Kalau dilarang paling kucing-kucingan kaya tahun lalu, angkutan ilegal juga akan beroperasi," jelas Shafruhan.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading