Tanpa Impor, Harga Beras Turun!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
01 April 2021 16:05
Beras Pasar Induk

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras untuk semua jenis di tingkat penggilingan kompak turun. Penurunan tersebut seiring dengan masa puncak musim panen raya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi BPS Setianto menjelaskan harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) turun di sepanjang bulan Maret 2021.

Harga GKP di tingkat petani pada Maret 2021 tercatat sebesar Rp 4.385 per kilogram (kg) atau turun 7,85% dari bulan sebelumnya. Kemudian GKG turun 1,99% menjadi Rp 5.214 per kg.


Pada tingkat penggilingan juga terjadi penurunan. Harga GKP tingkat penggilingan Rp 4.481 per kg turun hingga 7,86%, sementara GKG dihargai Rp 5.331 per kg atau turun 1,85%.

Penurunan harga gabah, kata Setianto dikarenakan supply yang cukup tinggi karena masih dalam periode panen.

Seiring dengan turunnya harga gabah, harga beras ikut turun baik untuk luar kualitas, kualitas medium serta premium di tingkat penggilingan.

"Perkembangan harga beras di penggilingan, untuk premium, medium dan luar kualitas menunjukkan gambaran yang menurun," ujar Setiato dalam konferensi pers, Kamis (1/4/2021).

Berdasarkan data BPS, harga beras kualitas premium di penggilingan tercatat sebesar Rp 9.607 per kg atau turun 1,69% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Harga beras kualitas medium sebesar Rp 9.154 per kg, angka ini mengalami penurunan 2,48% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 6,85% dibandingkan Maret tahun 2020.

Sementara harga beras di luar kualitas tercatat sebesar Rp 8.742 per kg atau mengalami penurunan 4,42% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 7,60% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Untuk year on year, gambarannya menurun di kelas premium, medium, dan luar kualitas. Kelas premium turun 4,72%, kelas medium turun 6,85%, dan luar kualitas turun 7,60%," jelasnya.

Nilai Tukar Petani Naik

Turunnya harga gabah dan beras berdampak terhadap angka nilai tukar petani (NTP) nasional naik sebesar 103,29 per Maret 2021. Angka tersebut naik 0,18% bulan sebelumnya yang sebesar yang sebesar 103,1.

Sebagai informasi, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun dengan biaya produksi.

Setianto mengatakan kenaikan NTP pada Maret 2021 terjadi lantaran indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang diproduksi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal.

"Kenaikan NTP Mart 2021 dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian," ujarnya.

Setianto merinci subsektor tanaman hortikultura sebesar 1,8%, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,08%, dan subsektor peternakan sebesar 0,03%. Sementara, NTP di dua subsektor lain turun, yakni subsektor tanaman pangan dan perikanan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BPS: Harga Beras Turun Sepanjang November 2020


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading