Napas Pengusaha Hotel Mau Habis, Buka Malah Makin Rugi!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
01 April 2021 16:20
hotel red planet

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari setahun terpukul pandemi Covid-19, sektor pariwisata terus mengalami kemerosotan terutama memukul sektor perhotelan. Pengusaha hotel mengaku sudah mulai kehabisan napasnya.

Ada kecenderungan hotel-hotel tidak beroperasi secara normal, melainkan hanya hidup pada momentum tertentu. Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menilai itu sebagai langkah logis di tengah ketidakpastian permintaan.

"Ada yang ketika season liburan, dibuka. Tetapi ketika ngga season liburan, dia lebih bagus tutup, kenapa? mungkin dengan dia buka saat bukan liburan lebih besar ruginya daripada dia tutup. Begitu dia lihat momentum, dia buka," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (1/4/21).


Mau tidak mau langkah itu menjadi pilihan karena musim peningkatan okupansi sudah bisa diprediksi sejak awal, yakni ketika momen liburan. Selain momen itu, misalnya dengan berharap pada acara pemerintahan, maka itu tidak lagi menjadi penarik utama.

"Jadi bukanya musiman, seolah-olah ada momentum liburan, ada potensi reservasi dia baru buka, kan itu yang terjadi tahun lalu," sebut Maulana.

Tahun lalu, sebagian masyarakat yang sudah bosan di rumah berniat untuk liburan di akhir tahun lalu. Namun, tiba-tiba ada kebijakan baru yang muncul dan mengagetkan pengusaha sektor ini. Diantaranya mewajibkan tes usap (swab) polymerase chain reaction (PCR) bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bali via udara. Kebijakan tersebut membuat banyak orang membatalkan reservasi.

"Saat itu buka, panggil lagi karyawan, tiba-tiba cancel semua. Itu yang jadi masalah tanpa disadari berdampak panjang di bisnis industri pariwisata. Yang tutup permanen banyak, sekarang banyak dijual, aset dijual satu per satu untuk bertahan," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading