Internasional

Anti-Asia di AS Bukan Isapan Jempol, Nenek 65 Tahun Diserang

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
01 April 2021 13:26
This image taken from surveillance video provided by the New York City Police Department shows a person of interest, background center, assaulting an Asian American woman, on ground, Monday, March 29, 2021, in New York. The 65-year-old woman was walking in midtown Manhattan a few blocks from Times Square on Monday afternoon when a man approached her and kicked her in the stomach, knocking her to the ground, police said.  (Courtesy of New York Police Department via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus anti-Asia di Amerika Serikat (AS) kian meningkat. Belum lama ini kembali terjadi insiden penyerangan kepada nenek keturunan Asia berusia 65 tahun.

Serangan pada Senin (29/3/2021) itu terjadi di trotoar di tengah kota Manhattan. Kejadian terekam dalam rekaman CCTV dari dalam gedung.


Dalam video yang diposting oleh polisi, tersangka yang diidentifikasi bernama Brandon Elliot (38) terlihat berjalan ke arah wanita itu. Ia kemudian menendang perutnya dan menjatuhkannya ke tanah.

Elliot kemudian menendang kepala korban beberapa kali sebelum pergi. Dia, ujar polisi, membuat pernyataan anti-Asia terhadap korban.

This image taken from surveillance video provided by the New York City Police Department shows a person of interest in connection with an assault of an Asian American woman, Monday, March 29, 2021, in New York. The NYPD is asking for the public's assistance in identifying the man. (Courtesy of New York Police Department via AP)Foto: AP/
This image taken from surveillance video provided by the New York City Police Department shows a person of interest in connection with an assault of an Asian American woman, Monday, March 29, 2021, in New York. The NYPD is asking for the public's assistance in identifying the man. (Courtesy of New York Police Department via AP)

Video tersebut juga menunjukkan ada beberapa saksi pria yang menyaksikan serangan itu terjadi dari dalam gedung. Namun bukannya membantu, salah satu saksi malah menutup pintu daripada datang untuk membantu wanita itu saat penyerang pergi.

Kekerasan dan keengganan para saksi untuk membantu korban juga memicu keributan di media sosial. Korban, yang identitasnya belum dirilis, dirawat di rumah sakit dengan berbagai luka, termasuk tulang panggul yang retak.

Akibat insiden ini, Elliot didakwa melakukan tindak pidana penyerangan sebagai kejahatan rasial pada Rabu (31/3/2021) dini hari. Ia ditangkap pada Selasa (30/3/2021) malam di sebuah hotel di Times Square dekat lokasi kejahatan yang menampung para tunawisma selama pandemi virus corona.

Dilansir dari AFP, Elliot merupakan mantan narapidana yang dibebaskan dari penjara pada tahun 2019 dengan pembebasan bersyarat seumur hidup. Ia dipenjara karena menikam ibunya sampai mati di depan saudara perempuannya yang berusia lima tahun pada tahun 2002.

Jaksa Manhattan Cyrus Vance mengatakan Elliott menghadapi hukuman 25 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan serangan itu "mengerikan dan menjijikkan". Ia menambahkan bahwa kekerasan anti-Asia menjadi epidemi di AS dan harus dihentikan sekarang.

New York dan kota-kota AS lainnya telah menyaksikan peningkatan kejahatan terhadap orang-orang keturunan Asia sejak dimulainya pandemi virus corona. Para aktivis mengaitkan peningkatan referensi berulang oleh mantan presiden Donald Trump dan lainnya ke Covid-19 sebagai "virus China."

Awal bulan ini, enam wanita keturunan Asia tewas ketika seorang penembak menyerang tiga spa milik Asia di Atlanta. Pihak berwenang masih mempertimbangkan apakah serangan itu harus dituntut sebagai kejahatan rasial.

Pada pekan tanggal 15 hingga 21 Maret, polisi mencatat total sembilan kejahatan rasial, naik dari tiga pada periode yang sama tahun 2020. New York sendiri memiliki lebih dari satu juta penduduk keturunan Asia. 




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading