Top Jokowi! Bandara RI Terus Dibikin Megah, Ini yang Terbaru

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
24 March 2021 12:50
Bandar Udara Kuabang (Biro Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo meresmikan terminal Bandara Kuabang di Halmahera Utara, Rabu (24/3). Hal ini menambah daftar bandara-bandara yang mengalami pemugaran. Setidaknya Indonesia sudah punya 27 bandara internasional dan 264 bandara domestik sampai 2016 lalu.

Berikut beberapa hal menarik dari diresmikannya terminal baru Bandara Kuabang di Halmahera Utara.

Mengutip akun Instagram @kemenhub151, Pertama dari lokasi, di pengembangan bandara Kuabang menarik dan berpotensial karena letaknya sangat strategis dengan Sofifi, Ibu Kota provinsi Maluku Utara yang berjarak 85 kilometer.


Kedua aman dari letusan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono hingga dapat menjadi bandara alternatif selain bandara penumpang saat ini Sultan Babullah.

Melihat bandara Sultan Babullah sangat dekat dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono yang masih sangat aktif, sehingga sering terganggu operasional penerbangan karena letusan kedua gunung itu.

Ketiga, Bandara Kuabang juga akan menjadi salah satu pintu masuk jalur udara, sehingga membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan menuju Kabupaten Halmahera Utara.

Diharapkan bandara ini juga dapat mendukung perekonomian setempat, karena melayani penerbangan penumpang maupun barang. Juga mendukung pengembangan potensi pertambangan emas di Gosowong yang dikelola PT Nusa Halmahera Minerals.

Tidak hanya itu, Destinasi wisata alam andalan Halmahera Utara juga diharapkan terdorong dari aksesibilitas baru ini. Disana ada Pantai Luari, Taman Laut Tupu - Tupu, Taman Laut Tagalaya, Taman Laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Karaka, Pulau Bobale, Pulau Kecil Loloda, dan Pantai Panamboang.

Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan selain penerbangan carter, mulai pekan depan akan ada penerbangan komersil dari dan Kuabang - Manado. Diharapkan bisa meningkat dua kali seminggu pada bulan depan.

"Saya telah meminta pak Dirjen Perhubungan Udara untuk berkoordinasi dengan maskapai, untuk mengadakan penerbangan reguler dari Manado kesini 1 kali seminggu," kata Menhub, dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2021).

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah menyelesaikan pengembangan gedung terminal penumpang Bandara Kuabang, menyesuaikan dengan kemampuan sisi udara yang telah memiliki runway sepanjang 2400 m x 30 m. Sebagai pendukung aksesibilitas transportasi Ibukota provinsi, sudah selayaknya Bandara Kuabang didarati oleh pesawat jenis narrow body.

Saat ini terminal baru penumpang Bandara Kuabang yang dibangun melalui anggaran APBN sekitar Rp 50,82 Miliar ini memiliki luas 3.500 m2 yang dapat menampung hingga 160.000 penumpang per tahun. Bandara ini juga memiliki landasan hubung (taxiway) 100m x 23m dan landasan parkir (apron) 157m x 72m, yang mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 (satu) pesawat boeing.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading