Biden Sebut Putin Pembunuh, Rusia Tarik Dubes dari Washington

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 March 2021 18:45
Russian President Vladimir Putin attends a cabinet meeting at the Novo-Ogaryovo residence outside Moscow, Russia, Tuesday, Aug. 11, 2020. Putin says that a coronavirus vaccine developed in the country has been registered for use and one of his daughters has already been inoculated. Speaking at a government meeting Tuesday, Aug. 11, 2020, Putin said that the vaccine has proven efficient during tests, offering a lasting immunity from the coronavirus. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memanasnya hubungan antara Presiden AS Joe Biden dan Vladimir Putin memaksa Rusia menarik duta besarnya dari Washington.

Hal ini imbas dari pernyataan Joe Biden yang menyebut Presiden Rusia tersebut sebagai pembunuh dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC News yang mengacu kepada laporan intelijen AS perihal rencana Rusia merusak pemilu AS pada 2020 lalu.

Pernyataan tersebut memantik reaksi keras dari Moskow. Kementerian Luar Negeri Rusia bertindak cepat dengan menarik duta besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov pada Rabu pekan ini.


Kemudian, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat tiba di Moskow hari Minggu ini dijadwalkan akan berdiskusi tentang bagaimana mengatasi ketegangan hubungan antara AS-Rusia. Kedutaan Rusia di akun media sosial Washington sebelumnya mengunggah gambar Antonov pada Minggu dini hari di bandara AS, dengan pesawat Aeroflot.

"Duta Besar Rusia Anatoly Antonov sedang dalam perjalanan ke Moskow untuk berpartisipasi dalam konsultasi untuk memperbaiki hubungan Rusia-AS," demikian penjelasan kedutaan seperti dilaporkan Reuters, Minggu (21/3/2021).

Atas pernyataan ini, Putin menilai, pernyataan Biden hanyalah bualan taman kanak-kanak belaka. Dia menyebut, Bidenlah yang mengatakan hal tersebut dan melakukannya. Seperti diketahui, Putin terakhir kali berbincang dengan Biden melalui telepon atas permintaan Gedung Putih pada 26 Januari lalu, beberapa hari usai Biden dilantik sebagai Presiden Negeri Paman Sam tersebut.

Kedua negara mengatakan mereka hanya akan bekerja sama jika itu adalah kepentingan nasional mereka untuk melakukannya.

Kepada awak media, Antonov mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh kementerian luar negeri Rusia dan lainnya, tetapi dia tidak ragu bahwa menjaga jalur komunikasi tetap terbuka adalah untuk kepentingan rakyat Amerika.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Murka! 10 Diplomat AS 'Diusir' dari Rusia


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading