Bandara di Madura Diperbesar, Jokowi Resmikan Besok

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
19 April 2022 16:45
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kabupaten Kulon Progo. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kabupaten Kulon Progo. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara Trunojoyo yang terletak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah selesai konstruksinya. Besok rencananya akan resmikan Presiden Joko Widodo pada Rabu (20/4/2022).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bandara ini diharapkan membuka konektivitas menuju Pulau Madura, Pulau Bawean, dan Pulau Pagerungan.

"Ini wujud dari negara hadir melalui pembangunan bandara yang betul-betul dibutuhkan, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Budi Karya dalam keterangan, Selasa (19/4/2022).

Budi berharap, hadirnya bandara ini kian membuka keterisolasian pulau-pulau terpencil yang ada di sekitar Pulau Madura.

"Dengan konektivitas yang baik, yang menghubungkan antar pulau, diharapkan dapat menumbuhkan titik-titik ekonomi baru di Pulau Madura dan sekitarnya," ujarnya.

Saat ini, Bandara Trunojoyo melayani penerbangan perintis rute Sumenep-Bawean PP dan Sumenep-Pagerungan PP. Serta, melayani penerbangan komersial dengan rute Sumenep-Surabaya PP dan Sumenep-Banyuwangi PP. Nantinya, sejumlah potensi rute yang bisa dilayani oleh bandara ini yakni penerbangan dari dan ke: Banjarmasin, Denpasar, Jakarta, Pulau Kangean, Pulau Masalembu, dan Jember.

Kehadiran layanan transportasi udara melalui Bandara Trunojoyo ini memangkas waktu tempuh perjalanan dari pulau-pulau di sekitar Madura, yang tadinya bisa sampai 7 hari menggunakan kapal, sekarang hanya 55 menit.

Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menjelaskan, Bandara Trunojoyo mulai dibangun oleh Kemenhub pada 2008. Bandara perintis ini mulai melayani secara komersial pada 2015. Pada saat itu, dengan panjang runway 850 m x 23 m, bandara bisa didarati pesawat kecil jenis Cessna dan Caravan.

Mulai 2016, Ditjen Perhubungan Udara terus mengembangkan bandara yang dikelola Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kemenhub ini. Saat ini, bandara sudah memiliki runway sepanjang 1600 m x 30 m, yang mampu didarati pesawat jenis ATR-72. Bandara juga telah memiliki gedung terminal baru seluas 3.600 m2 dengan kapasitas 129 ribu penumpang per tahunnya.

Bandara ini juga telah dilengkapi dengan standar keselamatan yang mumpuni dan juga digunakan oleh beberapa sekolah penerbangan yakni: Merpati Pilot School, BP3 Banyuwangi Kemenhub, Nusa Flying International, Aviatera, Global Aviation, dan Bali International Flight Academy.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ramai-Ramai Orang Sudah Tinggalkan Jakarta, Ini Buktinya


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading