MARKET DATA

Ekonomi RI Meroket 7% di Kuartal II-2021, Apa Mungkin?

Chandra Gian Asmara,  CNBC Indonesia
23 March 2021 14:32
Ekonomi RI Meroket 7% di Kuartal II-2021, Apa Mungkin?
Foto: Warga melintas kawasan Stasiun MRT BNI City, Jakarta, Selasa (26/5). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 tumbuh 7%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami kontraksi 5,32%.

Lantas, apakah ramalan tersebut bisa terjadi?

Beberapa waktu lalu, Bahana Sekuritas mempublikasikan proyeksi terbarunya mengenai prospek pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini. Dalam analisa Bahana, pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan tumbuh 4,3% sepanjang tahun.

"Kami merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi full year kami dari 5% sebelumnya menjadi 4,3%," kata Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro, dikutip dalam risetnya Selasa (23/3/2021).

Meskipun merevisi angka pertumbuhan yang lebih realistis, namun Bahana Sekuritas memperkirakan akselerasi ekonomi akan tumbuh bertahap. Khusus di kuartal kedua tahun ini, lembaga itu memproyeksikan ekonomi tumbuh di atas 7%.

"Kami memperkirakan ekonomi akan mencatat pertumbuhan -0,85% di Q1-2021 sebelum melaju ke 7,82% di Q2, 5,93% di Q3, dan 4,57% di Q4," katanya.

Perlu digarisbawahi, untuk mencapai angka yang diperkirakan, maka harus diiringi dengan pengendalian kasus Covid-19 dan pemerintah tidak melakukan lockdown total untuk kedua kalinya.

Selain itu, program vaksinasi juga berjalan sesuai target di mana 46% populasi sudah menerima vaksin pada akhir tahun. Terakhir, kegiatan ekonomi secara perlahan berangsur normal sepanjang tahun ini.

"Di tahun 2021, kami perkirakan belanja pemerintah yang sebagian besar berupa dana bansos terus mendukung konsumsi rumah tangga. Namun, mengingat pertumbuhan bangunan dan konstruksi yang lemah baru-baru ini, kami beralih lebih berhati-hati pada investasi," jelas Satria.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu sebelumnya mengatakan pemulihan ekonomi sebenarnya sudah terlihat sejak kuartal III - 2020. Ketika kontraksi ekonomi sudah mulai menipis menuju pertumbuhan yang positif.

Pada kuartal I - 2021, ekonomi diperkirakan -0,1% dan kuartal II bisa di atas 7%. Keseluruhan tahun dimungkinkan bisa mencapai 5%.

(mij/mij) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sri Mulyani: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5% Sudah Cukup Ambisius


Most Popular
Features