Terjadi Badai Pasir di Beijing, Polusi Udara Kacau Balau

News - Thea F, CNBC Indonesia
15 March 2021 17:25
People wait to cross an intersection amid a sandstorm during the morning rush hour in Beijing, Monday, March 15, 2021. The sandstorm brought a tinted haze to Beijing's skies and sent air quality indices soaring on Monday. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ibu Kota China, Beijing mendadak diselimuti debu cokelat tebal yang membuat tingkat polusi melonjak pada Senin (15/3/2021) pagi. Debu cokelat tebal tersebut merupakan pasir dari Mongolia yang terbawa angin kencang hingga ke China.

Administrasi Meteorologi China mengumumkan peringatan kuning pada Senin pagi, mengatakan bahwa badai pasir telah menyebar dari Mongolia Dalam ke provinsi Gansu, Shanxi dan Hebei, yang mengelilingi Beijing.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (15/3/2021) penduduk kota Beijing wajib menggunakan kacamata, masker, dan jaring rambut untuk melindungi diri dari udara kotor tersebut.

Pemerintah kota juga memerintahkan semua sekolah untuk membatalkan olahraga dan acara di luar ruangan dan menyarankan mereka yang menderita penyakit pernapasan untuk tetap di dalam rumah.

Laporan Global Times menuliskan indeks kualitas udara resmi Beijing mencapai level maksimum 500 pada Senin pagi, dengan partikel mengambang yang dikenal sebagai PM10 mencapai lebih dari 8.100 mikrogram per meter kubik di enam bagian kota. Jarak pandang juga dikurangi menjadi antara 300 (984 kaki) dan 800 meter (2.624 kaki).

Pembacaan PM2.5, partikel lebih kecil yang menyusup ke paru-paru, juga mendekati 300 mikrogram per meter kubik, jauh lebih tinggi dari standar China yaitu 35 mikrogram.

Fenomena ini menjadi trending di media sosial, dengan lebih dari 54 juta tampilan di platform media sosial Weibo pada Senin pagi. Beberapa pengguna mengatakan udaranya mengingatkan pada film fiksi ilmiah apokaliptik Interstellar.

"Badai pasir merah jingga ini membuat seolah-olah kiamat," kata salah satu pengguna Weibo.

Beijing menghadapi badai pasir biasa pada bulan Maret dan April sebagai akibat dari kedekatannya dengan gurun Gobi yang sangat besar serta penggundulan hutan di seluruh China utara.

Selain itu, Beijing dan wilayah sekitarnya telah menderita tingkat polusi yang relatif tinggi dalam beberapa pekan terakhir, dengan kota itu juga diselimuti kabut asap selama pembukaan parlemen mulai 5 Maret.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading