Internasional

Teror Bom di Capitol AS, FBI Tawarkan Rp 1,4 M

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 March 2021 13:55
Trump supporters gather outside the Capitol, Wednesday, Jan. 6, 2021, in Washington. As Congress prepares to affirm President-elect Joe Biden's victory, thousands of people have gathered to show their support for President Donald Trump and his claims of election fraud. (AP Photo/John Minchillo)

Jakarta, CNBC Indonesia - FBI merilis rekaman CCTV yang menunjukkan seseorang menyembunyikan bom di luar markas besar Partai Demokrat dan Partai Republik AS. Komite Nasional Demokrat (NDC) dan Komite Naional Republik (RNC) berada di lingkungan Capitol Street di Washington DC, AS.

Ini terjadi pada malam sebelum penyerbuan gedung kongres AS, The Capitol, 6 Januari lalu. Sebelumnya gedung itu diserbu massa pendukung presiden Paman Sam sebelum Joe Biden, yang kalah di pemilu presiden (Pilpres), Donald Trump.


"Kantor lapangan FBI di Washington merilis informasi dan video baru mengenai bom pipa yang ditempatkan di lingkungan Capitol di Washington DC, 5 Januari 2021," jelas FBI dalam siaran pers Selasa (9/3/2021).

"(FBI) sedang mencari informasi tambahan dari public (tentang pelaku)."

Melansir Forbes video tersebut menunjukkan orang tak dikenal dengan topeng, hoodie abu-abu, dan sepatu kets Nike mondar-mandir di sekitar area markas kedua partai itu. Ia diduga membawa ransel berisi bom pipa pada 5 Januari malam.

Video memperlihatkan bahwa pelaku menempatkan benda yang diduga bom pipa itu di DNC, yang terletak di 430 South Capitol Street. Sedangkan yang lain diletakan di gang belakang markas RNC di 310 First Street Washington.

Keduanya ditanam pukul 19.30 dan 20.30. FBI menggambarkan benda itu sebagai dilengkapi dengan pengatur waktu.

Namun hingga saat ini FBI belum dapat menentukan siapa sosok tersebut.FBI merilis rekaman ini bersama dengan tawaran untuk membayar hingga US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) untuk membantu mengidentifikasi tersangka.

Sebelumnya ratusan orang telah ditangkap sehubungan dengan kerusuhan Capitol. Tetapi asal muasal bom pipa dan kaitan bom itu dengan penyerbuan Capitol tetap menjadi tanda tanya besar.

Bom-bom itu diketahui dinonaktifkan sebelum bisa meledak. Tetapi Kepolisian Capitol mengatakan bom itu "berbahaya dan bisa menyebabkan bahaya besar bagi keselamatan publik".


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading