Internasional

AS Chaos Makan Korban! 4 Meninggal, 45 Orang Ditangkap

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 January 2021 12:57
U.S. Capitol Police with guns drawn watch as protesters try to break into the House Chamber at the U.S. Capitol on Wednesday, Jan. 6, 2021, in Washington. (AP Photo/J. Scott Applewhite)

Jakarta, CNBC Indonesia - Unjuk rasa ricuh yang berlangsung dengan pengepungan gedung parlemen Amerika Serikat (AS), Capitol Hill, memakan korban. Setidaknya pengepungan yang dilakukan oleh massa pendukung Presiden Donald Trump itu menewaskan empat korban jiwa.

Dikutip Forbes, otoritas Washington DC mengatakan bahwa tiga orang tewas di sekitar halaman Capitol karena keadaan darurat medis. Sementara seorang wanita, yang diidentifikasi sebagai wanita asal San Diego, Ashli Babbitt, ditembak di dalam Gedung Capitol setelah massa pro-Trump bentrok dengan kepolisian dan memaksa anggota parlemen untuk dievakuasi.


Sementara itu walikota Washington DC Muriel Bowser mengatakan 30 orang ditangkap karena melanggar jam malam yang diberlakukan kota itu mulai jam 6 sore. Untuk 15 lainnya telah ditahan dalam tuduhan terkait protes besar itu, termasuk didalamnya kepemilikan senjata dan penyerangan, menurut Associated Press.

Unjuk rasa dan pengepungan itu terjadi saat DPR, Senat, dan Wakil Presiden Mike Pence sedang mengadakan sidang untuk menetapkan Joe Biden sebagai Presiden AS ke-46. Hal ini mengundang niatan massa Trump untuk menghambat jalannya sidang itu.

Media Inggris Time menyebutkan bahwa niatan massa untuk mengepung Capitol telah disulut oleh pidato Trump. Sebelumnya Donald Trump sempat menghadiri acara unjuk rasa itu dan memberikan sepatah dua patah kata di depan pendukungnya.

Ia menyampaikan bahwa ia tidak akan mengakui kekalahannya pada pemilu 3 November lalu. Trump terus menerus menyerang legitimasi pemilu.

"Kami tidak akan pernah menyerah. Kami tidak akan pernah menyerah. Itu tidak akan pernah terjadi. Anda tidak mengakui jika melibatkan kematian. Negara kita sudah muak. Kami tidak akan tahan lagi," kata  Trump dalam demonstrasi yang dinamai "Save America March" itu.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading