Gak Cuma Pabrik Baru, RI Juga Bikin Pabrik Daur Ulang Baterai

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
08 March 2021 21:02
Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. electrec.co

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia berencana membangun pabrik baterai terintegrasi dari hulu hingga ke hilir. Tidak hanya berhenti dalam pembangunan pabrik baterai baru, namun pemerintah juga akan membangun pabrik daur ulangnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto. Dia mengatakan, Indonesia bakal mendaur ulang baterai dan sampah nikel lainnya.

"Sudah lengkap, ada tambang, dan bukan hanya itu saja, ada juga recycling (daur ulang)," paparnya dalam acara 'Future Energy Tech and Innovation Forum 2021' yang diselenggarakan Katadata secara virtual, Senin (08/03/2021).


Dia mengatakan, pentingnya daur ulang ini, jika cadangan sudah habis, maka bisa didaur ulang. Adapun persentase baterai yang bisa didaur ulang menurutnya sangat baik yakni mencapai 99%.

"Ada pengolahan, smelting, recycle sudah mulai membangun. Ini penting, kalau habis, punya kapabilitas dari recycling, Indonesia masih akan unggul," paparnya.

Sebagai informasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membentuk konsorsium sejumlah BUMN untuk membangun industri baterai terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Rencananya holding BUMN ini diberi nama PT Industri Baterai Indonesia (IBI). PT IBI ini ditargetkan resmi terbentuk paling lambat Juli 2021 mendatang sebagaimana disampaikan oleh Komisaris Utama PT Mining Industri Indonesia (MIND ID), Agus Tjahajana Wirakusumah.

Agus menjelaskan, nama perusahaan holding ini sudah ditentukan. Tapi, terkait kapasitas dan rencana detail perusahaan ini masih dibicarakan.

"Namanya PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dengan holding (kepemilikan saham) masing-masing sekitar seperempat dari tiap BUMN yang terlibat. Rencana berapa investasinya tergantung dari kapasitas kita di hulu," paparnya, Kamis (4/3/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading