Ada Tren Mobil Listrik, Konsumsi Nikel Dunia Meroket!

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
22 October 2020 11:28
A worker poses with a handful of nickel ore at the nickel mining factory of PT Vale Tbk, near Sorowako, Indonesia's Sulawesi island, January 8, 2014. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Kini dunia tengah beramai-ramai menuju transisi energi, salah satunya yaitu mengembangkan kendaraan listrik sebagai peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak.

Beberapa perusahaan kelas dunia telah memproduksi mobil listrik seperti Tesla, Hyundai, Wuling, dan lainnya. Oleh karena itu, keberadaan pabrik baterai untuk menyimpan energi mobil listrik ini pun tentu menjadi sangat penting untuk dikembangkan.

Begitu pun dengan Indonesia yang beberapa waktu belakangan ini gencar mendekati sejumlah perusahaan kelas dunia agar berinvestasi membangun pabrik baterai hingga mobil listrik di Indonesia.


Kondisi tren pengembangan pabrik baterai dan mobil listrik ini tentunya akan berimbas pada peningkatan konsumsi nikel untuk bahan baku baterai dan kendaraan listrik.

Menurut data Wood Mackenzie, pertumbuhan kendaraan listrik diperkirakan akan meningkatkan permintaan nikel hingga 550 ribu ton per tahun pada 2030, naik dibandingkan konsumsi nikel untuk kendaraan listrik dan baterai di bawah 200 ribu ton pada 2019.

Konsumsi nikel dunia untuk kendaraan listrik dan Battery Energy Storage System (BESS) pada 2020 diperkirakan masih sama dengan 2019 yang masih di bawah 200 ribu ton per tahun. Pada 2021, konsumsi nikel untuk kendaraan listrik dan baterai diperkirakan akan meningkat menjadi di atas 200 ribu ton per tahun, lalu pada 2026 diperkirakan naik signifikan menjadi sekitar 300 ribu ton per tahun, dan pada 2030 akan naik menjadi sekitar 550 ribu ton.

Meski tren konsumsi nikel global meningkat untuk kebutuhan baterai dan kendaraan listrik, namun dari sisi pasokan nikel kelas 1 diperkirakan akan menyusut mulai 2030.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading