Keren! Luhut: Mobil Listrik Jadi Unggulan RI Setelah 2024

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
20 October 2020 10:06
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Kemenko Marves) Foto: Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Kemenko Marves)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah untuk mendorong industri rantai pasokan baterai hingga kendaraan listrik terlihat tak main-main, terutama sejak sejumlah produsen baterai dan mobil listrik ternama kelas dunia menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bahkan menargetkan setelah 2023 atau 2024 mobil listrik bisa menjadi salah satu produk unggulan otomotif Indonesia.

"Kita mendorong industri nickel ore sampai lithium battery, sehingga mobil listrik nanti menjadi unggulan kita setelah 2023, 2024," tuturnya dalam acara INDY FEST 2020 dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-20 PT Indika Energy Tbk yang ditayangkan dalam kanal YouTube kemarin, Senin (19/10/2020).

Luhut mengatakan, pembangunan pabrik baterai hingga mobil listrik ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Otomotif 4.0 yang merupakan bagian dari lima sektor utama agar mencapai Indonesia 4.0.

Rakor Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)Foto: Rakor Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)
Rakor Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)

Menurutnya, rencana industri baterai hingga mobil listrik ini bukan lah hal yang sulit untuk diwujudkan, terutama karena Indonesia memiliki semua sumber daya mineral yang dibutuhkan, mulai dari bijih nikel, tembaga, maupun bauksit.

"Nah ini komponen-komponen kita semua ada, kita punya nickel ore, copper, bauxite, itu nanti jadi bagian industri electrical vehicle kita," ujarnya.

Dia pun mengatakan saat ini industri tambang Indonesia jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu yang hanya menambang dan mengekspor komoditas mentah. Kini Indonesia telah memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral, seperti smelter nikel yang telah mengolah bijih nikel hingga ke stainless steel dan kini menuju baterai.

Dia menjelaskan, hilirisasi industri nikel dilakukan dengan tahap mulai dari eksplorasi, penambangan, lalu pemrosesan mineral, kemudian dilanjutkan ke tahap ekstraksi logam dan pemurnian, setelah itu menjadi semi fabricated parts dan manufaktur, setelah itu bisa pada tahap perakitan produk (product assembly).

"Ini semua sedang jalan. Dulu kita mining aja, tidak ada value added, sekarang ada value added, teknologi kita dapat, pajak kita dapat, nilai tambah kita dapat dan seterusnya. Itu yang berpuluh-puluh tahun kita hilang. Presiden Jokowi meminta kita lakukan ini," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Apa Kabar Rencana Investasi Baterai Lithium Tesla di RI?


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading