Survei: Hampir 75% Pendapatan Keluarga RI Drop Selama Pandemi

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
04 March 2021 19:54
uang

Jakarta, CNBC Indonesia - Akibat pandemi Covid-19, membawa perubahan signifikan terhadap ekonomi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Berdasarkan survei, tercatat setidaknya ada 74,3% rumah tangga yang mengalami penurunan pendapatan.

Hal tersebut disampaikan langsung Deputi Direktur The SMERU Research Institute Athia Yumna dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (4/3/2021).

"Hampir tiga perempat rumah tangga atau 74,3% yang diwawancara pada bulan Oktober-November 2020 mengalami penurunan pendapatan dari yang mereka terima pada bulan Januari 2020," jelas Athia.


Lebih lanjut Athia menjelaskan proporsi rumah tangga dengan penurunan pendapatan lebih besar adalah mereka yang memiliki anak atau mencakup 75,3% dan mereka yang tinggal di wilayah perkotaan atau mencakup 78,3%.

"Rumah tangga di perkotaan mengalami penurunan pendapatan yang lebih besar dibandingkan rumah tangga pedesaan," jelasnya.

Kemudian hampir seperempat atau 24,4% responden, kata Athia juga melaporkan terjadinya peningkatan pengeluaran. Penyumbang utamanya karena naiknya biaya belanja bahan makanan dan keperluan pokok lainnya.

Hanya sedikit dari pencari nafkah utama atau 14% yang berganti pekerjaan sebagai akibat dari Covid-19. Namun, 47,3% dari mereka yang pindah pekerjaan berganti dari pekerjaan di sektor formal menjadi sektor informal.

Survei ini, kata Athia meliputi 12.216 sampel rumah tangga representatif tingkat nasional yang tersebar di 34 Provinsi yang dilakukan dalam kurun waktu antara Oktober-November 2020.

"Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan rumah tangga yang sebelumnya juga telah diwawancarai oleh Badan Pusat Statistik sebagai sampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) di tahun 2019," tuturnya.

Secara karakteristik dari survei ini yaitu sebanyak 56% rumah tangga tinggal di perkotaan dan 44% tinggal di pedesaan. Ada 57% bekerja di sektor formal dan 43% bekerja di sektor informal.

Proporsi paling besar dari pencari nafkah utama bekerja di 31,2% sektor pertanian, perhutanan, perburuan, dan perikanan. Kemudian 22,5% sektor perdagangan, restoran, dan jasa akomodasi. Serta 17,5% bekerja di sektor jasa, kemasyarakatan, sosial, dan perorangan.

Soal Belajar Daring Selama Pandemi

UNICEF, UNDP, Prospera, dan The SMERU Research Institute melakukan kolaborasi dalam sebuah survei berskala nasional pada Oktober-November 2020. Survei ini meliputi 12.216 sampel rumah tangga representatif tingkat nasional yang tersebar di 34 Provinsi.

Deputi Direktur The SMERU Research Institute Athia Yumna mengatakan, dari survei itu 71,5% rumah tangga menjawab ibu sebagai sosok utama yang lebih berperan dalam membantu anak belajar.

"Dibandingkan 22% rumah tangga yang hanya menjawab ayah yang lebih berperan," jelas Athia.

Sementara sebanyak 18,5% belajar daring anak ditemani oleh saudara tertuanya, kemudian 18,1% anak-anak tidak ditemani. Kemudian 8,1% anak belajar daring ditemani oleh saudara tertua perempuan yang tinggal serumah.

Bahkan ada 4,7% anak yang belajar secara daring ditemani oleh kerabat atau tetangganya dan sebanyak 4,1% anak belajar online ditemani oleh saudara tertua laki-laki.

"Setengah dari para perempuan juga terlibat dalam pekerjaan untuk mendukung keluarga. Mereka mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan tuntutan pekerjaan rumah tangga dan tambahan tanggung jawab lainnya karena anak-anak harus belajar dari rumah," kata Athia melanjutkan.

Dari survei tersebut diketahui secara profil rumah tangga, 85,7% adalah laki-laki. Di mana 46,6% berusia 50 tahun atau lebih, 93,8% sudah menikah, dan 43,4% memiliki pendidikan sekolah dasar atau lebih rendah.

Sementara 14,3% kepala rumah tangga adalah perempuan. Di mana 68,3% berusia 50 tahun atau lebih. Kemudian 77,7% bercerai mati/hidup, dan 56,3% memiliki pendidikan sekolah dasar atau lebih rendah.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading