Internasional

Merana Negeri Messi, Ekonomi Argentina Susut 9,9%

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 March 2021 08:03
A man takes part in protest against the government-ordered lockdown to curb the spread of the new coronavirus in Buenos Aires, Argentina, Thursday, July 9, 2020. People protested across the country, the Independence Day holiday, the handling of the pandemic by the administration of President Alberto Fernandez. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Argentina menyusut 9,9% pada 2020 akibat pandemi virus corona. Lembaga statistik nasional pada Selasa (23/3/2021) mengatakan ini merupakan penurunan ekonomi terburuk dalam hampir 20 tahun terakhir.

Periode terburuk pada tahun 2020 terjadi antara April dan Mei, saat pemberlakuan aturan untuk membatasi penyebaran virus corona berada pada tingkat yang paling ketat.


Namun penyusutan ekonomi tersebut, yang terburuk sejak PDB anjlok 10,9% pada tahun 2002 silam, tetap tidak seburuk proyeksi perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) yang mencapai 11,8%.

Dilansir dari AFP, industri di Argentina yang terkena dampak terparah adalah hotel dan restoran (turun 49,2%) serta komunitas, layanan sosial dan pribadi (-38,9%), dan konstruksi (-22,6%).

Industri penangkapan ikan (-20.9%), layanan domestik (-18.6%), transportasi dan komunikasi (-17%), dan eksploitasi pertambangan (-10.5%) juga ikut terpukul.

Tak sampai situ, industri impor juga turun 18,1%, ekspor turun 17,7%, konsumsi turun 13,1% dan investasi melambat 13%. Sementara Manufaktur tidak terlalu terpukul, hanya menyusut 7,7%.

Di sisi lain, meski tidak naik terlalu banyak, mediasi keuangan tumbuh 2,1% dan listrik, gas, dan air meningkat 0,9%.

Negeri asal pesepakbola Lionel Andrés Messi ini kini tercatat memiliki lebih dari 2,2 juta kasus infeksi Covid-19, dengan lebih dari 54 ribu kematian, dan lebih dari 2 juta kasus sembuh, menurut data Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading