Internasional

Heboh Gunung Emas, Kongo Ternyata juga Punya Gunung Berlian

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
24 March 2021 07:40
A 102.39 carat, D color, flawless diamond is displayed by a model at a Sotheby’s auction room in Hong Kong Monday, Sept. 28, 2020. It is the first time that a diamond this size and caliber will be actioned without reservations in history. (AP Photo/Vincent Yu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Republik Demokratik Kongo(Kongo) jadi viral beberapa pekan terakhir. Meskipun tergolong negara miskin karena konflik, tetapi Kongo memiliki sumber daya alam di sektor pertambangan yang melimpah.

Belum lama ini ada video viral di media sosial menunjukkan bahwa Kongo menemukan gunung emas yang baru.Penemuan gunung emas ini diakui pemerintah setempat, berada di desa Luhihi, 50 kilometer dari Bukavu, ibu kota Kivu Selatan.


Sebenarnya, bukan hanya emas yang terkenal dari Kongo. Negara ini juga memiliki kekayaan alam berlian. Bisnis pertambangan berlian di Kongo sangatlah menggiurkan. Bahkan, nilai ekonomi sektor ini ditaksir mencapai triliunan dolar AS.

Dari data US Geological Survey (USGS), yang dikutip Tim Riset CNBC Indonesia, cadangan berlian Kongo mencapai 150 juta karat. Jika dikonversi ke dalam satuanl ain yang lebih umum maka setara dengan 33 ton.

Kongo menjadi negara kedua dengan cadangan tambang berlian terbesar setelah Rusia. Di posisi pertama Negara Beruang Merah tercatat memiliki cadangan berlian mencapai 650 juta karat.

Di posisi ketiga hingga kelima ada Bostwana, Afrika Selatan dan Australia yang masing-masing memiliki cadangan mencapai 90 juta karat, 54 juta karat dan 39 juta karat.

Karena total cadangan berlian di dunia ini tercatat mencapai 1 miliar karat, Kongo berkontribusi hampir 15% dari total cadangan dunia. Bersama dengan Rusia dan Bostwana ketiganya menguasai hampir 90% dari total cadangan berlian global.

Dari sudut pandang produksi, Kongo menempati peringkat ketiga dunia dengan total output per tahun mencapai 12 juta karat. Di posisi pertama dan kedua ada Rusia serta Australia dengan total produk masing-masing mencapai 19 juta karat dan 13 juta karat.

Sementara itu, menurut catatan Bank Dunia, 72% masyarakat Kongo terutama di wilayah Barat Laut dan kawasan Kasai hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem pada 2018. Di mana mereka hidup dengan US$ 1,9 dalam sehari.

Menggunakan asumsi kurs Rp 14.000 maka nominal tersebut hanya sebesar Rp 26.600. Di tengah resesi ekonomi yang melanda negara tersebut sehingga membuat produk domestik bruto (PDB) menyusut 2,2% tahun lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penampakan Gunung Emas Kongo yang Buat Gempar Sejagad


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading