Vaksin Bebas Bea Masuk dan Pajak, Negara Kehilangan Rp 642 M

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
04 March 2021 18:05
Menteri Keuangan Sri mulyani Memberikan Keterangan Pers mengenai APBN KITA (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga saat ini pembebasan bea masuk dan pajak impor untuk vaksin Covid-19 telah mencapai Rp 642,28 miliar. Realisasi pembebasan ini untuk sebanyak 30,5 juta dosis vaksin dengan nilai impor sebesar Rp 3,67 triliun.

Adapun pembebasan bea masuk dan pajak vaksin ini diberikan selama pandemi untuk mengurangi beban importir dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

"Fasilitas bebas bea masuk dan pajak dalam rangka impor juga diberikan kepada vaksin, fasilitas yang diberikan mencapai Rp 642 miliar," ujarnya dalam Rakernas Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021)


Bendahara negara ini menjelaskan secara rinci, impor vaksin Covid-19 telah dilakukan sejak Desember 2020 hingga 3 Februari 2021. Jumlah ini dikatakan akan meningkat lagi ke depan.

Sebab, saat ini Pemerintah masih melakukan program vaksinasi yang nantinya akan membutuhkan lebih banyak dosis vaksin. Kementerian Keuangan pun akan tetap mendukung dengan pembebasan bea masuk dan pajak impornya.

Dukungan lainnya juga diberikan Kemenkeu melalui insentif lainnya kepada berbagai impor alat Kesehatan.

"Di bidang kepabeanan ada insentif karena menyangkut banyaknya impor terutama barang untuk penanganan Covid-19, terutama masa-masa di awal Covid kemarin." jelasnya.

Untuk insentif impor alat kesehatan telah mencapai Rp 2,89 triliun. Jumlah tersebut dinikmati oleh 1.814 pengguna yang sebanyak 6,38% merupakan perusahaan swasta.

"Kita dalam hal ini memang masih banyak yang impor dan berharap dengan pemulihan Covid-19 ini produksi dalam negeri bisa ditingkatkan," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading