Internasional

Dokumen Bocor, Pembunuh Khashoggi Pakai Jet Putra Raja Salman

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 February 2021 13:17
FILE PHOTO: Saudi Arabia's Crown Prince Mohammed bin Salman Al Saud is seen during a meeting with U.N Secretary-General Antonio Guterres at the United Nations headquarters in the Manhattan borough of New York City, New York, U.S. March 27, 2018. REUTERS/Amir Levy

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada kabar mengejutkan dari laporan pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Dokumen pengadilan Kanada menyebut, para algojo pembunuh koresponden Washington Post itu menggunakan dua jet pribadi milik perusahaan yang disita Putra Mahkota Raja Salman, Mohammed bin Salman (MBS).

Dokumen itu dilabeli top secret alias sangat rahasia. Dokumen juga ditandatangani seorang menteri Saudi yang menyampaikan bahwa hal tersebut adalah perintah MBS.


"Menurut instruksi Yang Mulia Putra Mahkota ... Segera setujui penyelesaian prosedur yang diperlukan untuk ini," tulis menteri itu diterjemahkan CNN International, dikutip Kamis (25/2/2021).

Ini, tulis media itu, menjelaskan bagaimana satu regu khusus diterjunkan saat pembunuhan Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istambul Turki 2018. Ini, juga menjelaskan bagaimana kepemilikan perusahaan jet Sky Prime Aviation bernilai US$ 400 miliar pindah ke sovereign wealth fund (SWF) negara kaya minyak tersebut.

Dana SWF ini, yang dikenal dengan nama Dana Investasi Publik, dikontrol langsung MBS. Perpindahan kepemilikan Sky Prime Aviaton ini ke Dana Investasi Publik disebut menjadi bukti baru keterkaitan sang pangeran dengan kematian Khashoggi.

Dokumen yang menunjukkan hubungan antara pesawat dan pangeran ini dibuka oleh seorang mantan pejabat tinggi intelijen Arab Saudi, Saad Aljabri. Aljabri sendiri merupakan mantan pejabat yang kini lari ke Kanada karena tuduhan penggelapan.

Ia menuntut MBS ke pengadilan karena tudingan mengirim tim pembunuh bayaran ke negara tetangga AS itu untuk menghabisinya. Kejadian itu terjadi hanya beberapa hari setelah tewasnya Khashoggi.

Khashoggi sendiri tewas di Oktober 2018 dengan kondisi mengenaskan. Mayatnya dilaporkan dimutilasi dan hingga kini tak ditemukan.

Sebelumnya, dalam laporan Wall Street Journal, orang-orang yang mengetahui kasus ini sempat menyebut dikirimkannya sebuah jet Gulfstream untuk membunuh sang jurnalis. Sempat terkuak pula kalua jet tersebut milik perusahaan yang dikendalikan MBS.

"Dia (MBS) akan melacak (perusahaan) dan akan mengetahui bagaimana itu digunakan," ujar mantan Direktur Divisi Timur Tengah CIA, Dan Hoffman.

"Dan itu menjadi bukti yang lebih potensial bahwa dia tahu tentang ini. Yang selalu menjadi perdebatan. Ini bukan sekadar bukti biasa, tapi lebih dari itu."

Sementara itu, Biden juga dikabarkan telah melihat data intelijen soal pembunuhan ini. Dilaporkan CNBC International, data tersebut berisi laporan CIA, bahwa MBS menyetujui dan memerintahkan pembunuhan.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan pada Rabu (24/2/2021) akan ada rilis yang dikeluarkan pemerintah. Sebelumnya Biden secara tegas menolak berkomunikasi dengan MBS dan memilih berbicara langsung dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz.

Biiden juga sebelumnya membekukan perjanjian penjualan senjata terbesar dengan Arab Saudi. Padahal itu telah diteken pada masa kepemimpinan Donald Trump.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading