Internasional

Putra Mahkota Arab Dituduh Otak Pembunuhan, Ini Faktanya!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
21 October 2020 09:51
FILE PHOTO: Saudi Arabia's Crown Prince Mohammed bin Salman Al Saud is seen during a meeting with U.N Secretary-General Antonio Guterres at the United Nations headquarters in the Manhattan borough of New York City, New York, U.S. March 27, 2018. REUTERS/Amir Levy

Jakarta, CNBC Indonesia- Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dituntut di pengadilan Amerika Serikat (AS). Ia disebut otak pembunuhan.

Mengapa ini terjadi?

Hal tersebut rupanya terkait pembunuhan jurnalis Arab Saudi yang diasingkan Jamal Khashoggi. Pembunuhan dilakukan di 2 Oktober 2018 di Konsulat Arab Saudi di Istambul Turki.




Saat itu, Khashoggi hendak melengkapi data untuk keperluan menikah dengan tunangan Hatice Cengiz, yang warga Turki. Namun, meski telah ditunggu berjam-jam oleh Cengiz, Khashoggi tak pernah keluar gedung konsulat.

Ia disebut seorang pelapor untuk PBB, Agnes Callamard dibunuh dengan kejam. Di mana mayat Khashoggi dimutilasi setelah dibunuh.

Dalam pengakuan di media Turki, Callamard jelas menyebut pembunuhan diprovokasi oleh MBS. Ini membuat sang putra Raja Salman menjadi tersangka utama.



Namun sayangnya ia tak memiliki bukti. Namun ia percaya CIA memilikinya.

Ini kemudian mendorong Cengiz dan kelompok hak asasi manusia (HAM), Democracy for the Arab World Now (DAWN) mengugat ke pengadilan. Dalam pengadilan perdata itu, MBS dituntut ganti rugi tak ternilai, ia juga diminta membeberkan kebenaran soal kematian Khashoggi.

Siapa Khashoggi?

Khashoggi adalah seorang jurnalis terkemuka. Ditulis BBC International, ia selalu meliput berita-berita besar, termasuk soal Al-Qaeda.

Ia juga sempat menjadi pemimpin redaksi di sebuah media Arab. Ia dekat dengan keluarga kerajaan dan sempat menjabat sebagai penasihan pemerintah.

Namun semuanya berbeda sejak 2017. Di tahun itu juga, posisi putra mahkota diberikan ke Pangeran MBS dari sebelumnya Mohammed bin Nayef.

Setelahnya, Khasohggi akhirnya mengasingkan diri ke AS. Di sana ia menjadi kolumnis di Washington Post.

Ia kerap mengkritik kebijakan MBS. Sang putra mahkota sendiri, menduduki posisi Wakil Perdana Menteri dan secara 'de facto' dikatakan menjadi pemimpin negeri kaya minyak itu.

Dalam kolomnya di September 2017, Khashoggi menyebut dirinya takut ditangkap. Ia menuding ada operasi yang diawasi pangeran.

Pandangan Arab Saudi Tentang KematianJamal KhashoggiFoto: Infografis/Jamal Khashoggi/Arie Pratama
Pandangan Arab Saudi Tentang KematianJamal Khashoggi



Tuntutan Kedua?

Sebelumnya, MBS juga digugat hal serupa di AS, Agustus 2020. Ia disebut mengirimkan tim pembunuh ke Kanada .

Tujuannya pengiriman tim adalah untuk menghabisi seorang mantan perwira intelijen Saudi yang diasingkan ke Kanada. Pria itu adalah Saad Aljabri, yang dikenal dekat dengan mantan putra mahkota sebelumnya Pangeran Mohammed bin Nayef, yang digantikan MBS.

Hal tersebut terungkap dalam gugatan yang diajukan Aljabri ke pengadilan federal di AS.

Gugatannya bisa dilakukan di AS karena dikategorikan dalam pengaduan "mitra terpercaya pejabat intelijen AS". Gugatan berada di bawah UU Perlindungan Korban Penyiksaan dan Statuta Penyiksaan Orang AS.

"Pasukan Harimai dikerahkan ke Kanada termasuk tim forensik yang berpengalaman dengan pembersihan TKP, yang membawa dua tas alat forensik," kata isi gugatan, dikutip dari Fox News, Jumat (7/8/2020).

"Tim pembunuh digagalkan oleh petugas keamanan perbatasan Kanada yang curiga dengan perilaku mereka di pos pemeriksaan bandara."

Di gugatan itu, disebut bahwa Putra Mahkota Arab mengeluarkan fatwa khusus tentang Aljabri. Yang berisi mengirimkan agen memasuki Kanada melalui AS untuk menghabisi Aljabri.

Ditulis pula penculikan yang terjadi ke dua anak Aljabri oleh Pasukan Macan. Keduanya disebut jadi umpan untuk menjebak Aljabri, termasuk tuduhan korupsi.

Anak-anak Aljabri di Arab juga disandera di lokasi yang dirahasiakan di kerajaan. Aljabri sendiri dicopot dari jabatannya di 2015 dan didakwa sebagai pembelot negara di 2017.

"Gugatan itu benar-benar jalan terakhir, itu adalah puncak dari segala yang keluarga telah lalui selama hampir tiga tahun," kata sumber yang bekerja sama dengan keluarga Aljabri mengatakan kepada Fox News.

"Dr Saad (Aljabri) dianggap sebagai orang yang tahu terlalu banyak, memiliki beberapa ketidaksepakatan dengan MBS, dan yang perlu menyingkir."

Komentar Arab?

Sayangnya belum ada komentar resmi dari Arab Saudi soal ini. Namun untuk kasus Khashoggi, Arab Saudi sudah melakukan pengadilan pada para tersangka.

Tapi pada September lalu, lima terdakwa pembunuh Jamal Khashoggi 'dibebaskan' dari hukuman mati. Sebagai gantinya, pengadilan memberi hukuman antara tujuh hingga 20 tahun.

Ini terjadi setelah putra Khashoggi memberi maaf para pembunuh pada Mei, membuka jalan bagi hukuman yang lebih ringan. Sebelumnya pengadilan memang dilakukan secara tertutup terhadap 11 tersangka tahun lalu.

MBS sempat membantah terlibat pembunuhan. Meski begitu, ia sempat berujar sebagai pemimpin 'de facto' ia memikul tanggung jawab utama atas kematian Khashoggi.




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading