Internasional

Waduh, Kanada Sebut China Pelaku Genosida

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 February 2021 15:37
This Dec. 5, 2017, photo shows flags of Canada and China prior to a meeting of Canadian Prime Minister Justin Trudeau and Chinese President Xi Jinping at the Diaoyutai State Guesthouse in Beijing. (Fred Dufour/Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota parlemen Kanada pada Senin (22/2/2021) memutuskan untuk melabeli perlakuan China terhadap etnis Muslim Uighur di Xinjiang sebagai genosida. Ini terkait laporan kelompok hak asasi manusia (HAM) yang mengklaim China telah menahan satu juta orang Uighur kamp-kamp, melakukan kerja paksa ke mereka dan sterilisasi pada para wanita etnis tersebut.

Mosi "Uighur di China telah dan sedang menjadi sasaran genosida" disahkan dengan suara bulat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kanada. Perdana Menteri Justin Trudeau juga diminta melakukan pelabelan itu.  Mosi itu juga menyerukan agar Olimpiade Musim Dingin yang berlangsung di Beijing 2022 dipindahkan jika "genosida" berlanjut.


Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) telah menggunakan label itu, pada saat Donald Trump berkuasa Januari 2021. Trudeau mengatakan pada Jumat bahwa ada laporan pelanggaran signifikan yang muncul dari Xinjiang dan Kanada sedang berkonsultasi dengan sekutu internasionalnya tentang penggunaan istilah "genosida" untuk menanggapi persekusi Uighur.

Sementara itu Beijing membalas pada Selasa (23/2/2021) dengan menyebut mosi itu sebagai tindakan memalukan. China juga menyebut ini provokasi jahat terhadap 1,4 miliar orang China.

"Upaya Kanada untuk menahan perkembangan China melalui pengesahan mosi terkait Xinjiang tidak akan berhasil," kata kedutaan besar China di Ottawa dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip AFP.

Kedutaan China menuduh anggota parlemen Kanada munafik dan tidak tahu malu. Karena menggunakan alasan HAM untuk terlibat dalam manipulasi politik di Xinjiang.

Sebelumnya, hubungan antara China dan Kanada memburuk sejak akhir 2018 yang diawali penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou di Kanada atas surat perintah AS. Setelah itu China melakukan penahanan terhadap dua warga Kanada, mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor, dalam apa yang disebut Ottawa sebagai pembalasan.

Selain itu, baru-baru ini Kanada bergabung dengan AS, Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa dalam sebuah misi yang ditujukan untuk menghentikan ekspansi China di Laut China Selatan (LCS). China mengklaim 90% kawasan tersebut dan membuatnya tegang dengan banyak negara.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading