Mau Pasang PLTS Atap? Ini Dia Perkiraan Biayanya

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
19 February 2021 19:45
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (CNBC Indonesia/ Andrean Krtistianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mengajak masyarakat untuk mau memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap demi mengejar bauran energi 23% pada 2025 mendatang.

Namun sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara mengakses dan memperkirakan biaya jika ingin memasang PLTS Atap. Dalam diskusi yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui live Instagram di akun resmi kementerian @kesdm, salah satu peserta menanyakan perihal ongkos untuk pasang PLTS Atap ini.

Mencoba memberi gambaran, Managing Director Solarhub Indonesia Marlistya Citraningrum menjawab, dengan perkiraan tagihan listrik Rp 1 juta per bulan dengan daya 2.200 watt, maka bisa dipasang PLTS Atap berdaya 2,2 kilo watt-peak (kWp) dengan biaya sekitar Rp 35 juta.


"Misalnya kira-kira tagihan listrik sebulan Rp 1 juta, 2.200 watt bisa pasang (PLTS Atap) 2,2 kWp, biaya sekitar Rp 35 juta, biaya kira-kira," ungkapnya menjawab pertanyaan di live Instagram tersebut, Jumat (19/02/2021).

Sementara itu, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Chrisnawan Aditya mengatakan harga yang ditawarkan untuk PLTS Atap ini bervariasi. Untuk setiap 1 kWp, ada yang mematok Rp 15-17 juta, ada yang Rp 20 juta, tapi ada juga yang lebih murah yakni Rp 10 juta.

Meski harganya berbeda, pemerintah menjamin standar yang mereka berikan, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penerapan Standar Kualitas Modul Fotovoltaik Silikon Kristalin.

"Setiap panel yang dijualbelikan, ada standar tertentu diberikan label SNI. Jadi, terserah mau harga Rp 10 juta, Rp 15 juta, atau Rp 20 juta, yang penting sudah penuhi SNI," jelasnya.

Menurutnya ongkos ini belum termasuk dengan biaya instalasi dan pemasangan smart meter dari PLN. Oleh karena itu, biaya investasi yang dikeluarkan, menurutnya baru akan kembali dalam jangka waktu 7-8 tahun.

"Kalau dilihat overall payback period 7-8 tahun. Lifetime PLTS Atap bisa 25 tahun, ibaratnya kita awal invest, gain tahun ke-9," tuturnya.

Setelah memasang PLTS Atap, menurutnya besaran produksi listriknya bisa dicek melalui gadget setiap harinya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading