Pakai PLTS Atap, Bisa Hemat Tagihan Listrik Sampai 30%, Mau?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
22 October 2020 13:42
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (CNBC Indonesia/ Andrean Krtistianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap menjadi salah satu opsi energi yang didorong pemerintah untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025. Namun demikian, ternyata pemasangan PLTS Atap ini tidak hanya bermanfaat bagi negara, tetapi juga konsumen.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris Yahya mengatakan, dengan memasang PLTS Atap, pelanggan bisa menghemat tagihan listrik hingga 30%.

"Ini dimaksudkan agar pelanggan PLN yang pasang PLTS Atap ini bisa mendapatkan penghematan listrik dari penggunaan listriknya yang selama ini tersambung dengan PLN. Kita harapkan minimal sampai 30% dari pemanfaatan listrik," paparnya dalam acara "Tempo Energy Day Pengembangan Energi Baru Terbarukan" pada Kamis (22/10/2020).


Menurutnya, untuk memasang PLTS atap tidaklah sulit. Pelanggan cukup datang ke PLN menyampaikan proposal. Bahkan bisa dibantu oleh yang menyediakan teknologinya karena mereka lebih paham kompeten.

"Mekanisme pasang itu sederhana, simple, pelanggan datang ke PLN sampaikan proposal, bisa dibantu juga oleh penyedia teknologi karena mereka lebih paham penyediaan ini, juga kompeten untuk itu. Setelah proposal lengkap, baru instalasi dan meteran akan disediakan PLN," jelasnya.

Sebelumnya, Harris mengatakan Kementerian ESDM sedang berupaya menggencarkan pengembangan PLTS Atap di sektor rumah tangga. Salah satu program yang akan diluncurkan yaitu program 'Energi Surya Nusantara' dengan target pemasangan ratusan ribu PLTS Atap di pelanggan rumah tangga.

Harris mengungkapkan, program ini nantinya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin atau pelanggan PLN yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Program ini disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah memanfaatkan energi sinar matahari sekaligus stimulus pemulihan ekonomi (green economy) pascapandemi Covid-19.

"Ada program yang sekarang ini sedang digagas, masih di dalam diskusi, melalui program Energi Surya Nusantara. Konsepnya mengalihkan subsidi terhadap pelanggan PLN rumah tangga yang bersubsidi lewat pengadaan PLTS," kata Harris dalam keterangan resmi Kementerian ESDM pada Jumat (25/09/2020).

Menurutnya, program Energi Surya Nusantara akan memberikan banyak keuntungan, salah satunya beban subsidi listrik akan berkurang sekitar Rp 800 miliar hingga Rp 1,3 triliun dengan tarif saat ini.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading