Panas! Biden Kritik China Soal Pelanggaran HAM di Xinjiang

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 February 2021 20:54
President Joe Biden delivers remarks on immigration, in the Oval Office of the White House, Tuesday, Feb. 2, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan China harus membayar mahal atas pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan, terutama kepada minoritas Muslim Uighur yang berada di wilayah paling barat Xinjiang.

"Akan ada dampaknya bagi China dan mereka tahu itu," kata Biden dalam program televisi CNN pada Selasa (16/2/2021), dikutip dari Al Jazeerah.

Biden juga mengatakan AS akan menegaskan kembali peran global dalam menyuarakan HAM. Ia pun akan bekerja dengan komunitas internasional untuk membuat China melindungi para minoritas.

"China berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia dan untuk mendapatkan julukan itu dan mampu melakukan itu mereka harus mendapatkan kepercayaan dari negara lain," kata Biden.

"Selama mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu."



Dalam perbincangan via telepon selama dua jam dengan Presiden China Xi Jinping bulan ini, Biden menekankan prioritas AS untuk melestarikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, di mana AS dan China adalah mitra strategis utama.

Dia juga menyuarakan keprihatinan tentang praktik perdagangan dan masalah HAM yang tidak adil di Beijing, seperti tindakan keras di Hong Kong, penahanan di Xinjiang, dan tindakan yang semakin tegas di Asia, termasuk terhadap Taiwan, yang diklaim China sebagai miliknya.

Namun, sejauh ini China menyangkal tuduhan pelanggaran di Xinjiang. China menyatakan kompleks kamp yang didirikannya di wilayah tersebut menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu membasmi ekstremisme dan separatisme Islam.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading