KNKT Ungkap Penyebab CVR Sriwijaya Air SJ 182 Belum Ditemukan

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
10 February 2021 20:02
Tim SAR KRI Tenggiri 865 kembali menemukan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jakarta - Pontianak, Senin (12/1/2021). Selain serpihan pesawat dan empat kantong berisi bagian tubuh korban tim SAR juga membawa satu kantong berisi perlengkapan data pribadi korban. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan akan terus melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Oleh karena itu, pencarian salah satu komponen penting dalam black box, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) terus dilakukan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan, sampai saat ini KNKT akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menemukan CVR.

"Jadi bagaimanapun CVR harus kita temukan dan kita belum berpikir sampai kapan pencarian CVR ini bisa kita lakukan. Sepanjang kita masih sanggup, akan kita lakukan. Dibantu oleh pihak-pihak terkait," jelas Soerjanto dalam konferensi pers, Rabu (10/2/2021).

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Nurcahyo Utomo juga menjelaskan, sampai laporan hari ini, Crash Survivable Memory Unit (CSMU) dari Cockpit Voice Recorder (CVR) belum ditemukan.

CVR adalah salah satu bagian dari blackbox pesawat yang merekam percakapan pilot di ruang kokpit. Kotak itu disebut paling tahan benturan dan tahan panas hingga suhu 1.000° C selama 1 jam.

Kendati demikian, saat ini KNKT sudah memprediksi lokasi dan sudah memiliki koordinat dalam pencarian CVR di perairan Kepulauan Seribu.

"Ini adalah mengacu pada titik ditemukannya FDR juga dari elektronik modul dan casing dari CVR dan FDR. Pencarian masih dilakukan," ujar Nurcahyo.

Nurcahyo juga menjelaskan bahwa tim investigasi hingga saat ini juga masih memeriksa beberapa komponen, termasuk unit ground proximity warning system (GPWS) yang ditemukan.

GPWS adalah sistem yang dirancang untuk memperingatkan pilot jika pesawat mereka dalam bahaya, dengan dekat dengan permukaan tanah atau hambatan lain.

Investigasi termasuk dilakukan untuk menyelidiki dugaan tuas pengatur tenaga penggerak atau autothrottle pesawat, yang sebelumnya sempat dinyatakan rusak kendati telah dinyatakan normal.

"Tim investigasi akan melanjutkan investigasi dengan mendalami beberapa hal, antara lain sistem autothrottle dan komponen terkait beserta perawatannya, dan faktor manusia dan organisasi," kata Nurcahyo.

Nurcahyo mengaku masih belum dapat memastikan penyebab kerusakan pada autothrottle. Dia menyebut tuas itu terkait dengan 13 komponen lain dengan pesawat.



Pencarian CVR Dilakukan Manual
Soerjanto mengatakan belum ada teknologi khusus yang bisa membantu KNKT dalam melakukan pencarian CVR. Oleh karena itu, pencarian CVR harus dilakukan secara manual.

"Kami berharap kami bisa segera menemukannya. Cuaca juga menjadi isu krusial di Jakarta (belakangan ini), kata Soerjanto.

Senada, Nurcahyo mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi di lapangan adalah kondisi cuaca yang buruk di kawasan Jakarta.

Kondisi cuaca yang tak bersahabat, kata dia, mengakibatkan gelombang tinggi dan mempengaruhi jarak pandang penyelam di dasar laut. Situasi ini tidak memungkinkan para penyelam untuk menyusur ke bagian laut lebih dalam.

Selain itu juga, banjir yang terjadi di beberapa wilayah Pulau Jawa juga membuat lumpur-lumpur hasil banjir terbawa ke titik lokasi pencarian CVR. Ini membuat jarak pandang penyelam pun kian terbatas.

"Kemarin, jarak pandang di lokasi pencarian juga sangat buruk, itulah mengapa kami tidak bisa melanjutkan pencarian," ungkap dia lagi.

Kendati demikian, KNKT telah menggunakan peniup lumpur untuk membuat kondisi air laut lebih jernih. Kata dia, pagi tadi penyelam juga sudah kembali mencari CVR.

"Baru pagi ini penyelam bisa lihat lagi lokasi hasil setelah ditiup dan kondisinya baik. Jadi memang sudah terlihat area di bagian yang sudah kita tengarai," ungkap Nurcahyo.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading