Kudeta militer Myanmar

Kacau! Usai Kudeta Suu Kyi, Militer Juga Tangkap Warga Asing

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
07 February 2021 09:15
Myanmar's military stand guard at a checkpoint manned with an armored vehicles blocking a road leading to the parliament building Tuesday, Feb. 2, 2021, in Naypyitaw, Myanmar. Hundreds of members of Myanmar's Parliament remained confined inside their government housing in the country's capital on Tuesday, a day after the military staged a coup and detained senior politicians including Nobel laureate and de facto leader Aung San Suu Kyi. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sean Turnell, penasihat ekonomi asal Australia untuk pemimpin de-facto Myanmar Aung San Suu Kyi, turut ditahan oleh militer. Demikian dikatakan Turnell via pesan singkat kepada Reuters pada Sabtu (6/2/2021), beberapa hari setelah Suu Kyi dikudeta.

"Saya kira Anda akan segera mendengarnya, tetapi saya ditahan," katanya. "Dituntut dengan sesuatu, tapi tidak yakin apa. Saya baik-baik saja dan kuat, dan tidak bersalah atas apa pun," katanya dengan menambahkan emoji senyum.

Setelah itu, Turnell tidak dapat dihubungi. Turnell merupakan direktur Institut Pembangunan Myanmar di ibu kota, Naypyidaw, tempat dia bermarkas sejak 2017. Ia juga seorang profesor ekonomi di Macquarie University dan sebelumnya bekerja sebagai analis senior di Reserve Bank of Australia.

Sebelum ditangkap, Turnell sempat memposting beberapa kali ke akun Twitter-nya setelah kudeta, mengkonfirmasi keselamatannya dan menyatakan kekecewaan atas situasi tersebut.



"Internet datang dan pergi, tetapi bukan kesedihan di wajah teman-teman Myanmar saya," tulis Turnell di Twitter awal pekan ini.

Ini adalah penangkapan warga negara asing pertama yang diketahui di Myanmar sejak militer merebut kekuasaan dengan melakukan kudeta. Mereka menuduh pemilu 8 November 2020 yang dimenangkan telak oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi penuh dengan penipuan.

Pemungutan suara di Myanmar pada November yang dinilai demokratis oleh pengamat independen disebut militer penuh kecurangan. Hal tersebut dibantah komisi pemilihan umum setempat.

Maka pada Senin (1/2/2021), Suu Kyi bersama dengan Presiden Win Myint, dan para petinggi partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang ditahan oleh militer sebagai bagian dari kudeta.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading