Perbankan kena 'Wabah' Credit Crunch, Ini Upaya dari KSSK

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 February 2021 19:55
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan. (tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) menyebutkan telah berupaya untuk menghindari terjadinya credit crunch di industri, salah satunya dengan mempertemukan langsung pelaku usaha dengan perbankan. Hal ini dilakukan agar pembiayaan perbankan kepada dunia bisa kembali dilakukan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat sinergi untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk menjadi 'jamu manis' di sektor keuangan.

"Kita langsung juga mempertemukan perbankan dengan dunia usaha. 25 dunia usaha kita pertemukan dengan perbankan. Itu adalah yang tadi menjawab pertanyan untuk mengatasi credit crunch. Itu diharapkan secara bertahap bisa mendorong dunia usaha mendorong kredit dan tentu saja mendorong ekonomi kita," kata Perry dalam dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).


Pada dasarnya credit crunch adalah penurunan aktifitas kredit karena perbankan mengalami kelangkaan sumber dana. Namun, credit crunch juga bisa disebabkan oleh keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan.

Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan terjadinya credit crunch disebabkan karena demand kredit, terutama dari perusahaan-perusahaan yang masih belum pulih kondisinya dari krisis akibat Covid-19.

"Mungkin bank tak mau melakukan pinjaman dan bank memberikan perusahaan ke bank atau perusahaan belum mau minjem lagi. Ini jadinya dua-duanya perusahaan baik, belum mau ekspansi dan perusahaan cover, tapi bank gak mau ambil kredit. Pinjaman di bank bisa dijamin oleh pemerintah," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Penjaminan ini diberikan berdasarkan sektoralnya sehingga diharapkan dengan jaminan dari pemerintah, maka pengusaha akan mau melakukan kredit dan perbankan juga mau memberikan kreditnya.

"Kalau bank butuhnya tidak hanya kredit. Gubernur BI turunkan makroprudensial. insentif pajak, dan bank punya cashflow supaya bank bisa balik lagi," imbuhnya.

Seperti diketahui sepanjang tahun lalu, berdasarkan data OJK, kredit perbankan nasional terkontraksi -2,41% pada 2020 lalu. Namun demikian, kredit Bank BUMN masih tumbuh 0,63% dan BPD tumbuh 5,22%, serta Bank Syariah tumbuh 9,50%.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading