Biaya Isi Daya Mobil Listrik Lebih Murah dari BBM, Tapi...

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
01 February 2021 15:52
Spklu tersedia, Pln uji coba mobil listrik jakarta-bali (Dok.PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) menyebut biaya pengisian daya listrik untuk mobil listrik jauh lebih murah daripada penggunaan bensin pada kendaraan konvensional, bahkan seperlima lebih murah dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Direktur Mega Proyek PLN Muhammad Ikhsan Asaad mencontohkan, penggunaan mobil listrik rute Jakarta-Bali hanya membutuhkan biaya isi daya listrik sekitar Rp 200 ribu, jauh lebih murah daripada menggunakan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak atau bensin yang mencapai lima kali lipatnya hingga sekitar Rp 1 juta.


Meski konsumsi bahan bakar listrik lebih murah, namun belanja modal (capital expenditure/ capex) untuk memiliki kendaraan listrik menurutnya masih jauh lebih mahal daripada kendaraan berbahan bakar bensin. Selain itu juga, imbuhnya, masih terdapat pajak-pajak yang cukup tinggi untuk memiliki mobil listrik.

"Kami harap dukungan dari pimpinan (DPR), bagaimana open tarif ini, sehingga investasi jadi menarik jika dibandingkan kita gunakan kendaraan berbahan bakar minyak. Kendaraan listrik lebih efisien," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Senin (01/02/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, pihak PLN mendukung percepatan kendaraan listrik berbasis baterai dengan bekerja sama dengan Pertamina dan MIND ID dengan membentuk holding Indonesia Battery.

"Beberapa perusahaan swasta kembangkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan kami buat platform lewat HP, bisa transaksi pembayaran gunakan platform, bisa di semua SPKLU," tuturnya.

Dia menyebut PLN sudah punya sekitar 30 SPKLU yang tersebar di 22 lokasi di Indonesia. Pihaknya mengaku akan mendorong lebih banyak lagi SPKLU.

"Kami juga dorong supaya lebih banyak lagi charging (pengisian daya) di rumah karena kami berikan insentif cas di rumah jam 10 malam sampai jam 5 pagi, kasih insentif diskon 30%," paparnya.

PT PLN (Persero) ditargetkan bakal membangun 24.720 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sampai dengan 2030 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana.

Rida mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya dari PLN untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Salah satunya dengan penambahan SPKLU di berbagai titik lokasi.

"Sesuai dengan Peraturan Presiden, dan Peraturan Menteri ESDM No 13, PLN memang mendapatkan penugasan sebagai ujung tombak penyediaan infrastruktur pengisian kendaraan bermotor listrik dengan rencana penambahan hingga 24.720 unit untuk 10 tahun ke depan," paparnya dalam peluncuran aplikasi PLN Charge.IN secara virtual, Jumat (29/01/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investasi Industri Baterai Mobil Listrik di RI Bisa Rp 238 T


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading