Terjun ke Bisnis Baterai Mobil Listrik, Ini Rencana Pertamina

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
09 February 2021 18:22
Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. electrec.co

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tengah proses membentuk Indonesia Battery Holding (IBH) beranggotakan empat BUMN yakni MIND ID atau PT Inalum (Persero), PT Aneka Tambang Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan di dalam bisnis baterai kendaraan listrik ini, akan terdapat tujuh tahap atau rantai bisnis, yakni mulai dari penambangan, pemurnian atau smelter, precursor plant, pabrik katoda, pabrik sel baterai, baterai pack, hingga daur ulang (recycling).

"Kita masuk di empat yang tengah seperti precursor, katoda, sel baterai, battery pack, dan juga recycling dengan PLN. Di hulu oleh Antam dan MIND ID," paparnya dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR RI, Selasa (09/02/2021).


Nicke mengatakan pada tahun ini holding company BUMN ini terbentuk, lalu bisa bermitra dengan perusahaan global. Kini ada tiga perusahaan global yang berpotensi menjadi mitra BUMN yakni perusahaan asal China (CATL), Korea Selatan (LG), dan Amerika Serikat (Tesla).

"Sudah tanda tangan dengan China company. Lalu kita sedang dalam program, insya Allah minggu ini atau depan dengan Korean company," ujarnya.

Tidak hanya untuk bisnis baterai kendaraan listrik, potensi kerja sama dengan calon mitra perusahaan global lainnya yaitu sistem penyimpanan energi (energy storage system/ ESS).

Nicke menyebut Tesla cenderung tertarik pada ESS karena pasar ESS ini besar dan bisa menjaga keandalan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"ESS potensi besar di Indonesia. Tesla minat di energy storage. Melihat potensi tadi untuk menjaga keandalan suplai dari PLTS. ESS ini pasar besar. Pertamina akan masuk ke sana," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading