Dorong Mobil Listrik, PLN Luncurkan Aplikasi Charge-In

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
29 January 2021 16:35
Aplikasi pengisian kendaraan listrik di SPKLU. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) ikut serta mendorong Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang digalakkan oleh pemerintah dengan meluncurkan aplikasi 'Charge-In'.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan untuk melengkapi dan merealisasikan ekosistem kendaraan listrik ini, maka PLN meluncurkan aplikasi 'Charge-In'.


Menurutnya, ini adalah aplikasi pengisian daya kendaraan listrik pertama di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bagi konsumen pemilik KBLBB.

"Dengan aplikasi 'Charge-In', pengisian KBLBB bisa mengontrol dan memonitor pengisian baterai mobil atau baterai motor listrik di stasiun pengisian atau SPKLU," ungkapnya dalam acara peluncuran aplikasi PLN Charge-In secara virtual, Jumat (29/01/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, PLN akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pemilik KBLBB baik, melalui aplikasi 'Charge-In' maupun 'PLN mobile'. Hal ini dikarenakan menurutnya kedua aplikasi tersebut akan saling terkoneksi dan tersinkronisasi ke depannya.

"Dalam beberapa tahun ke depan, ketika banyak yang menggunakan KBLBB, maka akan tercipta udara yang lebih bersih, efisien, dan membawa bangsa menjadi ramah lingkungan dan modern," paparnya.

Dia menilai, Indonesia terus bergerak menuju ke kendaraan listrik berbasis baterai. PLN dalam hal ini turut ambil peran dengan berkomitmen penuh mendukung dengan menyediakan infrastruktur pengisian listrik.

"Pengisian listrik untuk KBLBB, dengan komitmen ini PLN kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk manufacturing kendaraan listrik, maupun charge provider," paparnya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi mobil listrik di Indonesia pada 2021 ini mencapai sebanyak 125 ribu unit dan motor listrik mencapai 1,34 juta unit.

Dengan potensi kendaraan listrik pada tahun ini, maka diperkirakan bakal mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 0,44 juta kilo liter (kl) per tahun.

Sementara untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 2021 diproyeksikan mencapai 572 unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) sebanyak 3.000 unit.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemerintah menyiapkan strategi dan dukungan untuk mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik.

Terlebih, pihaknya telah meluncurkan program KBLBB pada 17 Desember 2020 lalu. Program ini menurutnya bisa meningkatkan ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM.

"Yang kita lakukan adalah mendorong percepatan pabrik baterai lebih kompetitif dan menarik bagi investor," ungkapnya dalam Raker di Komisi VII DPR RI, Selasa (19/01/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Begini Cara PLN Gencarkan Infrastruktur Mobil Listrik


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading