Deretan Pemimpin Dunia Dicap Gagal Urus Pandemi, Siapa Saja?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
27 January 2021 19:00
FILE - In this  July 17, 2020, file photo, Brazil's President Jair Bolsonaro who is infected with COVID-19, wears a protective face mask as he flashes thumbs-up at supporters during a Brazilian flag retreat ceremony outside his official residence Alvorada Palace, in Brasilia, Brazil. Bolsonaro announced his illness in July and used it to publicly extol hydroxychloroquine, the unproven malaria drug that he’d been promoting as a treatment for COVID-19 and was taking himself. (AP Photo/Eraldo Peres, File)

Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven
Lofven adalah pemimpin dunia selanjutnya yang dianggap gagal dalam menghalau Covid-19. Pada awalnya Swedia tidak menerapkan PSBB yang ketat karena kepercayaan yang tinggi akan herd immunity yang terjadi di beberapa tempat di pinggiran negara Skandinavia itu. Bahkan model Swedia dalam menangani Covid-19 sempat dipuji dunia internasional.

Namun, karena longgarnya peraturan, kasus Covid tiba-tiba meledak di negara itu. Pada akhir Desember 2020 lalu, kasus melonjak hingga 350 ribu dan merenggut 7 ribu nyawa. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tetangga Skandinavia lainnya.

"Saya pikir kami telah gagal. Kami memiliki sejumlah besar orang yang telah meninggal dan itu mengerikan," ujar Raja Swedia Carl XVI Gustaf.

"Orang-orang Swedia telah sangat menderita dalam kondisi yang sulit. Orang berpikir tentang semua anggota keluarga yang kebetulan tidak dapat mengucapkan selamat tinggal kepada anggota keluarga mereka yang telah meninggal. Saya pikir itu adalah pengalaman yang sulit dan traumatis untuk tidak dapat mengatakan sebuah selamat tinggal yang hangat," lanjutnya.

Pernyataan itu langsung diaminkan oleh Lofven. Ia juga menyebut bahwa kematian yang tinggi itu adalah kegagalan luar biasa.

"Tentu saja fakta bahwa begitu banyak yang meninggal tidak bisa dianggap sebagai kegagalan," kata Lofven kepada wartawan.

Mengacu pada strategi pemerintah, Mr Lofven menambahkan "ketika kita melalui pandemi itulah kesimpulan yang sebenarnya dapat ditarik."

Swedia saat ini mencatatkan salah satu kasus terbanyak Covid-19 di Eropa. Negara itu mencatatkan 556 ribu kasus dengan 11 ribu kematian.



Presiden Brasil Jair Bolsonaro
Bolsonaro dianggap tidak memiliki rencana efektif pada awal-awal pandemi Covid-19 menyerang negeri Samba itu. Ia juga menolak saran dari para gubernur dan wali kota untuk melakukan lockdown.

Akhirnya, pada Juli 2020, kasus Covid di negara itu meledak hingga mencatatkan 2,1 juta kasus dengan 80 ribu kematian. Akibat dari hal ini, kepercayaan publik kepada Presiden 65 tahun itu menurun. Sebanyak 52% penduduk negeri itu percaya Bolsonaro telah gagal.

Saat ini Brasil mencatatkan salah satu kasus terbanyak Covid-19 di dunia. Negara itu mencatatkan hampir 9 juta kasus dengan 219 ribu kematian.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Duterte dinilai gagal karena mencampuradukkan kepentingan politik luar negeri Filipina dengan kebutuhan vaksin Covid. Duterte yang dikenal anti barat menghindari perusahaan vaksin barat. Dan pada akhirnya akibat perdebatan soal vaksin, Duterte secara terlambat memutuskan untuk membeli vaksin dari China dan Rusia.

Selain itu Duterte sepertinya tidak mengikuti negara lainnya yang mengembangkan vaksin sendiri. Ia terlalu percaya pada vaksin buatan luar negeri yang persediaannya masih menunggu waktu. Akhirnya diprediksi Filipina tidak akan mendapatkan vaksin segera.

Saat ini Filipina mencatatkan 516 ribu kasus Covid-19 dan 10 ribu kematian.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading