Oh No! Mutan Corona 'Ganas' Afsel Masuk Selandia Baru

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 January 2021 12:11
Customers at a cafe enjoy lunch in the sunshine in Christchurch, New Zealand, Sunday, Aug. 9, 2020. New Zealand marked a 100 days of being free from the coronavirus in its communities Sunday, Aug. 9, with just a handful of infections continuing to be picked up at the border where people are quarantined. (AP Photo/Mark Baker)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah lebih dari dua bulan bebas corona, Selandia Baru mengkonfirmasi kasus lagi. Bahkan, dalam laporan otoritas setempat, negeri itu mengonfirmasi masuknya mutasi corona dari Afrika Selatan (Afsel).

Seorang wanita berusia 56 tahun yang baru saja kembali dari Eropa, dinyatakan positif pada Sabtu (23/1/2021). Padahal ia baru saja 10 hari menyelesaikan wajib isolasi dua minggu.


Menteri Kesehatan Selandia Baru Christopher John Hipkins mengatakan ada kemungkinan ia mendapatkan virus saat karantina hotel. Seorang pria berusia sama terinfeksi sebelum perempuan tersebut dan terkonfirmasi positif dua hari sang wanita meninggalkan hotel.

"Jenis infeksi adalah varian Afsel, sumber infeksi sangat mungkin dari sesama (orang) yang kembali (dari perjalanan yang sama)," tegas Hipkins pada Senin (25/1/2021), dikutip dari AFP.

Sementara itu, dua orang yang dekat dengan wanita tersebut, termasuk suaminya dinyatakan negatif. Wanita itu sendiri merasakan gejala nyeri otot tapi tidak disertai dengan sesak nafas.

Sebelumnya Selandia Baru telah dipuji secara luas atas penanganan pandemi. Di mana hanya ada 25 kematian dari 1.927 kasus virus yang dikonfirmasi dari populasi lima juta jiwa.

Varian Afsel dikenal sebagai varian 501Y.V2. Ahli menyebut mutan ini 50% lebih menular dan telah terdeteksi di setidaknya 20 negara.

Di Afsel ada banyak kelompok muda yang terinfeksi. Gejala disebut lebih parah.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading