Pandemi Covid-19

Setelah Inggris, Varian 'Ganas' Covid-19 Ditemukan di Afsel

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 December 2020 14:55
Masyarakat Afrika Selatan antre sembako. AP/Themba Hadebe

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris telah mengidentifikasi varian virus corona (Covid-19) baru di Inggris. Penyebarannya disebut sangat cepat dan tak terkendali.

Jenis ini bernama 'VUI - 202012/01'. Pengumuman ini berbuntut pada ditutupnya akses udara, termasuk darat dan laut, oleh sejumlah negara.


Namun, bukan cuma di Inggris. Mutasi yang disebut memiliki sifat 'menular dengan cepat' juga ditemukan di Afrika Selatan (Afsel).

Kementerian Kesehatan Afsel akhir pekan mengkonfirmasi adanya varian virus corona dengan nama 501.V2. Varian ini disebut menjadi 'biang kerok' terjadi gelombang kedua pandemi yang lebih cepat dan menjangkiti anak muda negara itu.

Dalam konferensi pers, Menteri Kesehatan Zwelini Mkhize mengatakan virus ini telah diidentifikasi oleh para peneliti dari Kwazulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform (KRISP). Rinciannya telah dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Varian tertentu dari virus ini semakin mendominasi temuan sampel dalam dua bulan terakhir ," kata Mkhize, dikutip dari AFP, Senin (21/12/2020).

Sejalan dengan penemuan virus ini, dokter di negara tersebut juga menyebutkan bahwa jika bergejala, pasien akan menderita penyakit lebih parah dari biasanya. Ini pun bisa terjadi walau mereka tak memiliki penyakit penyerta.

Mkhize juga menyebutkan bahwa tim peneliti ini juga telah membagi hasil temuannya dengan komunitas ilmiah dan memberitahu pihak berwenang di Inggris dan menemukan kesamaan.

Afsel merupakan negara yang paling besar terdampak Covid-19 dibanding dengan negara lainnya di benua Afrika. Hingga Minggu, mengutip Worldometers, tercatat 9.445 kasus baru dengan 152 kematian.

Saat itu negara ini mencatat sudah 921.922 warga terinfeksi. Total kematian 24.691.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading