Lengser dari Jabatan Presiden AS, Berapa Uang Pensiun Trump?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
21 January 2021 21:15
President Donald Trump gestures as he boards Marine One on the South Lawn of the White House, Wednesday, Jan. 20, 2021, in Washington. Trump is en route to his Mar-a-Lago Florida Resort. (AP Photo/Alex Brandon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Donald John Trump resmi lengser dari kursi kepresidenan Amerika Serikat, dan tentu ia berhak mendapatkan pensiunan tahunan sebesar US$ 221.400 atau sekitar Rp 3 miliar (asumsi Rp 13.973/US$) serta beberapa tunjangan lain.

Manfaat lain yang akan diterima Trump, selain pensiunnya itu, adalah tunjangan perjalanan, ruang kantor, dan gaji staf dapat mencapai US$ 1 juta (Rp 13,9 miliar) per tahun untuk mantan presiden.

Menurut analisis National Taxpayers Union Foundation, sejak tahun 2000, sejumlah US$ 56 juta tunjangan dan lainnya telah diberikan kepada empat mantan presiden yang masih hidup.


Demian Brady, direktur penelitian untuk Yayasan Serikat Pembayar Pajak Nasional, yakni pengawas pengeluaran pemerintah, mengatakan salah satu fasilitas termahal bagi mantan presiden adalah sewa ruang kantor, yang tidak memiliki batasan.

Mantan Presiden Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama masing-masing memiliki lebih dari US$ 500.000 sewa kantor yang ditanggung tahun lalu. Sewa kantor Jimmy Carter hanya sebagian kecil dari US$ 118.000.

Sementara Trump, yang bisnisnya telah menagih pembayar pajak AS lebih dari US$ 1 juta untuk sewa dan layanan lainnya sejak ia menjabat, dapat diberi kompensasi untuk sewa kantor di propertinya sendiri, menurut Brady.

Salah satu manfaat yang Trump tidak akan dapatkan dari mantan presiden lainnya adalah asuransi kesehatan, sebab seorang presiden harus berada di kantor federal setidaknya selama lima tahun untuk mendapatkan keuntungan itu.

Sementara menurut data Forbes, Trump sendiri memiliki total kekayaan US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 34,9 triliun. Pria berusia 74 tahun itu berada di posisi 339 dalam daftar 'Forbes 400 2020'.

Namun, Trump mungkin saja bisa kehilangan manfaat asuransi tersebut jika dia terbukti bersalah dalam sidang pemakzulan Senat yang akan datang.

Undang-undang tidak memberikan pensiun kepada presiden yang masa jabatannya berakhir melalui "pemecatan" melalui proses pemakzulan. Meskipun Trump masih menghadapi persidangan pemakzulan di Senat, hukuman tidak dapat mengakibatkan pencopotannya dari jabatannya karena masa jabatannya berakhir menjelang persidangan.

Jadi, jika Senat memvonisnya, kemungkinan akan membutuhkan pemungutan suara kedua untuk membuat Trump tidak memenuhi syarat untuk pensiun dan tunjangannya, menurut Michael Gerhardt, profesor hukum di University of North Carolina.

Pemungutan suara kedua itu akan menghapusnya dari jabatan mantan presiden, yang mengakibatkan dia kehilangan manfaat dari jabatan tersebut. Tetapi para ahli lain mempertanyakan apakah pemungutan suara kedua dapat mencabut pensiun dan tunjangannya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading