BI Sudah Beri 'Utangan' ke Pemerintah Rp 13,6 T

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
21 January 2021 17:30
FILE PHOTO - The logo of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, is seen on a window in the bank's lobby in Jakarta, Indonesia September 22, 2016.  REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) melaporkan, sepanjang 2020 telah melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 473,42 triliun. Adapun per 19 Januari 2021, pembelian SBN yang dilakukan bank sentral mencapai Rp 13,66 triliun.

"Pembelian SBN dari pasar perdana hingga 19 Januari 2021 sebesar Rp 13,66 triliun, yang terdiri dari sebesar Rp 9,18 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 4,48 triliun melalui mekanisme Green Shoe Option," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Jumat (21/1/2021).

Pembelian SBN dari pasar perdana di tahun ini, untuk pembiayaan APBN 2021 melalui mekanisme sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI tanggal 16 April, yang telah diperpanjang pada 11 Desember 2020 hingga 31 Desember 2021.


Lebih lanjut BI menjelaskan, pembelian SBN sepanjang 2020 yang mencapai Rp 473,42 triliun terdiri dari Rp 75,86 triliun dan Rp 397,56 triliun atas dasar Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI pada 16 April 2020 dan 7 Juli 2020.

Secara rinci, Perry menjabarkan, pembagian beban atau burden sharing dengan pemerintah terdiri dari penerbitan SBN untuk pendanaan Non Public Goods-UMKM sebesar Rp 114,81 triliun. Serta Non Public Goods-Korporasi sebesar Rp 62,22 triliun sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading