Internasional

'Dear Tayyip', Macron Kirim Surat 'Cinta' ke Erdogan

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 January 2021 13:25
France's President Emmanuel Macron, left, welcomes OECD's Secretary General Angel Gurria for a working lunch at the Elysee Palace in Paris, Monday, Dec. 14, 2020, after a ceremony marking the 60th anniversary of the signature of the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Convention. (AP Photo/Michel Euler)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan Turki dan Prancis kian membaik. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron diketahui telah bertukar surat.

Menurut keterangan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, seperti dikutip oleh media lokal akhir pekan lalu, kedua pemimpin sepakat untuk melanjutkan pembicaraan yang bertujuan memperbaiki hubungan kedua negara.


Dalam surat tersebut, Erdogan juga menulis pesan Tahun Baru kepada Macron, serta menyatakan belasungkawa atas beberapa serangan di Prancis tahun lalu.

Cavusoglu juga mengatakan Macron mengirim kembali surat yang bernada positif minggu ini, dimulai dengan ucapan "Dear Tayyip" dan mengatakan dia terbuka untuk pertemuan.

"Presiden Macron mengungkapkan pentingnya Turki bagi Eropa dan keinginannya untuk mengembangkan hubungan positif dengan Turki serta untuk bertemu dengan presiden kami di masa mendatang," kata Cavusoglu, dikutip dari Aljazeera, Senin (18/1/2021).

Tanggapan Macron mengusulkan kolaborasi atas "konsultasi bilateral, terorisme, masalah regional seperti Suriah dan Libya, dan kemitraan di bidang pendidikan," lanjutnya.

Sementara Kepresidenan Prancis mengkonfirmasi pertukaran surat tanpa memberikan rincian. "Kami sekarang membutuhkan gerakan yang nyata dari Ankara," kata kepresidenan Prancis.

Tahun lalu, Ankara dan Paris berselisih tentang sejumlah masalah internasional, termasuk konflik di Suriah, Libya dan Nagorno-Karabakh. Ketegangan diplomatik juga disertai dengan perseteruan pribadi yang pahit antara kedua pria tersebut.

Pada pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa, Macron mengatakan bahwa orang Turki "pantas mendapatkan sesuatu yang lain" daripada kebijakan Erdogan.

Pada bulan Oktober, Macron mengatakan Islam adalah agama yang "dalam krisis" secara global, memicu tanggapan keras di dunia Muslim, yang menyerukan pemboikotan produk Prancis.

Erdogan bergabung dalam pemboikotan itu dan berkata, pada dua kesempatan berbeda, bahwa Macron memerlukan pemeriksaan kesehatan mental. Dia juga menuduh Macron "Islamophobia" dan mendesak para pemilih Prancis untuk "menyingkirkan Macron secepat mungkin".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Erdogan Ngamuk ke Presiden Prancis Macron, Ini Faktanya!


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading