Menang Banyak, China Surpus Dagang Besar dengan AS di 2020

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
14 January 2021 20:52
FILE PHOTO: Chinese President Xi Jinping speaks as China's new Politburo Standing Committee members meet with the press at the Great Hall of the People in Beijing, China October 25, 2017. REUTERS/Jason Lee/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat (AS) tercatat melebar pada tahun 2020. Hal ini menggaris bawahi kegagalan Presiden Donald Trump dalam melindungi perekonomian AS dari gempuran barang "Made in China".

Dikutip dari AFP, data bea cukai China menunjukkan surplus dengan AS naik 7,1% menjadi US$ 316,9 miliar pada 2020. Jumlah ini merupakan lonjakan 14,9% dari surplus tahun 2017 sebesar US$ 275,8 miliar.

Menurut para analis hal ini didorong oleh kemampuan China yang mampu lebih cepat sembuh dari bayang-bayang pandemi Covid-19 dibanding AS.


"Dengan pandemi terkendali di China, pabrik dan perusahaan berorientasi ekspor telah kembali beroperasi normal lebih awal daripada kebanyakan negara lain, memungkinkan China untuk memenuhi permintaan global dengan lebih baik," kata ahli strategi Axi Stephen Innes.

Hubungan AS-China telah memburuk ke yang terburuk dalam beberapa dekade di bawah pemerintahan Trump, sebagian besar karena perang perdagangan yang membuat Washington memukul impor China dengan tarif besar yang menarik pembalasan dan aksi balas dendam dari Beijing.

Aksi Trump yang mengenakan tarif atas produk dari China ini sempat mendapat sentimen positif dari pelaku pasar. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer membela taktik administrasi Trump yang memberlakukan tarif pada ratusan miliar dolar barang-barang China, dengan mengatakan presiden itu telah "mengubah cara orang berpikir tentang China".


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading