Polling CNBC Indonesia

Neraca Dagang 2020 Cetak Rekor, Tapi Kok Rasanya Sedih Ya...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 January 2021 12:02
Aktifitas Peti Kemas di Daerah Priok. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Ilustrasi Aktivitas di Pelabuhan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2020 diperkirakan kembali mencatat surplus. Ini membuat surplus perdagangan sepanjang tahun lalu membumbung tinggi, tertinggi sejak 2011.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data perdagangan internasional Indonesia periode Desember 2020 pada 15 Januari 2021. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor tumbuh 6,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Sementara impor diperkirakan masih tumbuh negatif (terkontraksi) 11,26% YoY. Ini membuat neraca perdagangan surplus US$ 2,58 miliar.


Institusi

Pertumbuhan Ekspor (%YoY)

Pertumbuhan Impor (%YoY)

Surplus/Defisit Neraca Perdagangan (US$ Juta)

Citi

4.6

-17.3

3090

ING

6.6

-6.2

1775

Maybank Indonesia

7.58

-12.02

2758

Bank Danamon

3.1

-13.4

2300

Bank Mandiri

10.5

-9.9

2871

BCA

7.08

13.71

2230

Bank Permata

5.26

-13.08

2579

Bahana Sekuritas

-

-

1850

Mirae Asset

9.75

-10.5

2870

MEDIAN

6.84

-11.26

2579

Sebagai perbandingan, konsensus pasar versi Reuters memperkirakan ekspor tumbuh 6,3% YoY. Sedangkan impor tumbuh -12,47% YoY dan neraca perdagangan surplus US$ 2,3 miliar.

Apabila neraca perdagangan betul surplus US$ 2,58 miliar seperti proyeksi CNBC Indonesia, maka sepanjang 2020 akan ada surplus US$ 22,47 miliar. Ini akan menjadi surplus terbesar sejak 2011.

Impor Jeblok, Tanda Industri Rontok
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading