2020 Tak Ada Tambahan Kapasitas, PLTP 2021 Akan Nambah 196 MW

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
13 January 2021 12:52
Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Sokoria sebanyak 5 MW/Gustidha Budiartie

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 196 mega watt (MW) pada 2021 ini, setelah pada 2020 tak ada peningkatan kapasitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nurhayatin Finahari.

"Tahun ini (PLTP) akan ada tambahan kapasitas 196 MW," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (13/01/2021).


Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas terpasang PLTP pada 2020 mencapai 2.130,7 MW, tidak berubah dari kapasitas terpasang pada 2019. Bila 196 MW beroperasi tahun ini, berarti total kapasitas terpasang PLTP hingga 2021 ini akan meningkat menjadi 2.326,7 MW.

Tidak adanya tambahan kapasitas PLTP pada 2020 ini juga tak terlepas dari batal beroperasinya tiga proyek panas bumi yang seharusnya beroperasi pada tahun lalu karena adanya pandemi Covid-19.

Tiga proyek PLTP baru tersebut memiliki kapasitas sebesar 140 MW, antara lain PLTP Rantau Dedap di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan berkapasitas 90 MW dioperasikan PT Supreme Energy Rantau Dedap. Lalu, PLTP Sorik Marapi Unit 2 berkapasitas 45 MW di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara yang dioperasikan PT Sorik Marapi Geothermal Power, serta PLTP Sokoria Unit 1 sebesar 5 MW di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur yang dioperasikan oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia.

Ida mengatakan, mulai beroperasinya ketiga proyek tersebut mundur menjadi 2021 ini.

"Yang mundur operasi, harusnya 2020 menjadi 2021 karena Covid-19," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari tiga PLTP yang jadwal pengoperasiannya mundur tersebut, salah satunya akan dioperasikan dalam waktu dekat, yakni PLTP Sokoria pada Februari 2021.

"Untuk Sokoria 5 MW, akan beroperasi di Februari," ungkapnya.

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) demi mengejar target bauran energi baru terbarukan menjadi 23% pada 2025 mendatang. Salah satu energi terbarukan yang didorong adalah PLTP atau geothermal.

Lalu seberapa menjanjikan kah bisnis geothermal di Indonesia?

Direktur Utama Star Energy Geothermal Hendra Tan menuturkan geothermal ini jika dikelola dengan baik menurutnya bisa menghasilkan keuntungan yang stabil dan dapat diandalkan dalam jangka waktu yang lama.

"Ini alasan kami berkecimpung di dalam bisnis ini," ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Selasa (03/11/2020).

Kemudian, dari segi potensi panas bumi, bisa dikatakan Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki potensi geothermal terbesar di dunia yakni 24.000 megawatt (MW). Jika potensi ini bisa dikembangkan, maka menurutnya akan banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

"24.000 MW itu bisa menerangi sekitar 18,4 juta rumah, juga bisa mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, dan tentu menghemat devisa, dalam satu tahun bisa menghemat devisa sekitar US$ 7,42 billion (miliar)," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading