Internasional

Trump Mengancam, Massa Bakal Ngamuk Kalau Dirinya Lengser

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 January 2021 08:55
With the Washington Monument in the background, people attend a rally in support of President Donald Trump on Wednesday, Jan. 6, 2021, in Washington. (AP Photo/Jose Luis Magana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mulai mempertimbangkan pemakzulan dirinya lagi. Ini merupakan pemakzulan kedua yang diajukan parlemen setelah langkah serupa dilakukan 2019 lalu.

Ia merasa dirinya tak pantas dilengserkan. Sebelumnya parlemen menganggap komentar Trump "menghasut pemberontakan" dan "penyerbuan" para pendukungnya di Capitol Hill 6 Januari lalu.


"Orang-orang mengira apa yang saya katakan benar-benar pantas," kata Trump saat ditanya apa tanggung jawab pribadinya atas kekerasan tersebut Selasa (12/1/2021) dilansir dari CNBC International. "Ini konyol, benar-benar konyol."

Ia pun menegaskan pemakzulannya bisa menyebabkan kemarahan luar biasa. Bahkan hal mengerikan bisa dilakukan massa pendukungnya.

"Pemakzulan ini menyebabkan kemarahan yang luar biasa, dan Anda melakukannya, dan itu benar-benar hal yang mengerikan yang mereka lakukan," tegasnya lagi.

"Untuk (Ketua DPR) Nancy Pelosi dan (pemimpin Senat Demokrat) Chuck Schumer yang melanjutkan jalan ini, saya pikir ini akan menyebabkan bahaya besar bagi negara kita, dan itu menyebabkan kemarahan yang luar biasa... Saya tidak menginginkan kekerasan."

Dalam komentar pertamanya ke media pasca penyerbuan Capitol itu, Trump juga tidak secara eksplisit mengutuk tindakan massa pendukungnya. DPR AS sendiri berencana memproses pemakzulan Rabu (13/1/2021) setelah Wakil Presiden AS Mike Pence enggan mengeluarkan Amademen ke-25 yang berisi pernyataan presiden sudah tak mampu menggemban kewajibannya sehingga harus dicopot.

Sementara itu, kerusuhan di Capitol membuat sejumlah orang ditangkap dan lima tewas. Akun sosial media Trump juga "digembok" oleh Twitter, Facebook dan Google.

"Saya pikir Big Tech telah membuat kesalahan besar," ujar Trump lagi.

"(Larangan ini) sangat, sangat buruk bagi negara kita dan itu membuat orang lain melakukan hal yang sama."

Di sisi lain, tiga anggota Kabinet Trump telah mengundurkan diri setelah kejadian di Capitol. Mereka adalah Sekretaris Transportasi Elaine Chao, Sekretaris Pendidikan Betsy DeVos, dan Chad Wolf, yang telah bertindak sebagai sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri .


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading