Sriwijaya Air Jatuh

Puing Badan Pesawat Ketemu, Jokowi: Kami Lakukan yang Terbaik

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
10 January 2021 12:36
Presiden Joko Widodo (BPMI Setpres)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara perihal pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang disebutkan telah jatuh di perairan Kepulauan Seribu sejak Sabtu (9/1/2021).

Berbicara melalui keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jokowi menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya musibah tersebut. Jokowi mengaku langsung memberikan instruksi kepada jajarannya.

"Kemarin sore telah saya perintahkan kepada menteri perhubungan, kepala Basarnas yang dibantu TNI dan Polri untuk segera melakukan operasi pencairan dan pertolongan yang secepat-cepatnya kepada korban," kata Jokowi, Minggu (10/1/2021).


Jokowi menegaskan pemerintah bersama otoritas pemangku kepentingan terkait akan melakukan segala upaya terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan korban dari penumpang pesawat SJ182.

"Kita doakan bersama agar para korban bisa ditemukan," kata Jokowi.

Jokowi mengaku telah menginstruksikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki lebih jauh terkait kasus ini.

"Saya telah menyampaikan kepada KNKT untuk melakukan kajian penyelidikan terhadap musibah ini," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tim pencari menemukan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Dalam konferensi pers di atas KRI John Lie 358, tim menunjukkan sejumlah puing, seperti bagian ban, badan pesawat juga life vest penumpang.

Petugas SAR memeriksa temuan tangga darurat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021).  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Petugas SAR memeriksa temuan tangga darurat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Petugas SAR memeriksa temuan tangga darurat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

"Ditemukan pecahan karena terbukti ada live vest, juga warna bagian pesawat, juga bagian dari ada registrasinya, ditemukan dari kedalaman 23 meter," jelas Hadi pada Minggu (10/1).

Ia melanjutkan penyelam juga melaporkan visibility (jarak pandang) di bawah air cukup jelas, sehingga memudahkan pencarian.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga meninjau langsung titik lokasi yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, menggunakan Kapal KRI John Lie milik TNI pada Minggu (10/1/2021).

Menurut Budi, Presiden Jokowi telah menginstruksikan pihaknya untuk bisa melakukan pencarian secara maksimal.

"Sekali lagi kami sampaikan duka mendalam atas terjadinya musibah ini, Pak Presiden telah menginstruksikan kami untuk melakukan upaya pencarian secara maksimal dan hari ini kami bersama stakeholder Basarnas, KNKT, TNI, Polri dan lainnya akan melihat lokasi ditemukannya serpihan pesawat," jelas Menhub melalui siaran resminya, Minggu (10/1/2021).

Mantan Dirut Angkasa Pura II ini menegaskan, komando pencarian dan pertolongan (search and rescue) adalah Basarnas, didukung oleh instansi terkait lainnya. Basarnas akan menyampaikan informasi secara berkala dari waktu ke waktu terkait dengan kondisi terkini pencarian dan pertolongan yang dilakukan.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Kepala Basarnas Bagus Puruhito, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjanto, Dirut Jasa Raharja Budi Rahardjo, dan Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, saat berada di Kapal KRI John Lie milik TNI yang akan menuju lokasi ditemukannya bagian dari pesawat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Basarnas, Bagus Puruhito mengatakan, pihaknya melaksanakan tiga metode pencarian yaitu pencarian melalui udara dengan helikopter, pencarian di laut menggunakan kapal, dan pencarian di bawah permukaan laut menggunakan kapal yang memiliki alat pendeteksi bawah laut.

Dalam melakukan tugas pencarian dan pertolongan, Basarnas didukung oleh berbagai instansi terkait lainnya seperti : TNI, Polri, KPLP Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, dan instansi terkait lainnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI mendukung upaya pencarian dan pertolongan di bawah komando Basarnas dengan mengerahkan sejumlah pesawat, helikopter, dan kapal. TNI juga telah menerjunkan tim penyelam dari Kopaska.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading