Ini Respons ke-2 Boeing ke Sriwijaya, Netizen: Cari Sebabnya!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
10 January 2021 12:06
Boeing

Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrikan pesawat asal AS yang sahamnya tercatat di Bursa New York Stock Exchange, The Boeing Company, kembali merespons kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 tipe 737-500 tujuan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak dan akhirnya jatuh di perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

"Kami mengetahui laporan media dari Jakarta, dan terus memantau situasi," tulis Boeing di akun Twitter resminya, dikutip Sabtu malam (9/1/2021).

"Kami sedang bekerja untuk mengumpulkan lebih banyak informasi," tulis pabrikan saingan Airbus ini.


Pada Minggu pagi waktu Indonesia, Boeing kembali mencuit di Twitter resminya, "kami mengetahui pemberitaan media dari Jakarta terkait penerbangan Sriwijaya Air SJ-182. Pikiran kami tertuju pada kru, penumpang, dan keluarga mereka. Kami berhubungan dengan pelanggan maskapai kami dan siap untuk mendukung mereka selama masa sulit ini," tegas mereka.



Tapi komentar netizen global pun beragam. Ada yang nyinyir dengan menyebut, "sudah tidak sabar menunggu para idiot menyalahkan Boeing atas kecelakaan ini".

Ada pula yang mengapresiasi, dan menyebut ini menjadi kabar yang tidak baik di awal 2021. Lainnya bilang bahwa ternyata ini bukan kecelakaan Max 8 yang pernah terjadi pada Lion dan Ethiopian Airlines dan ada yang mendesak Boeing segera mengidentifikasi masalahnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan total penumpang kecelakaan Sriwijaya Jakarta - Pontianak mencapai 50 orang penumpang Bersama 12 orang kru kabin.

"Penumpang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak -anak, dan 3 balita. Mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dengan lancar," katanya dalam press conference, Sabtu (9/1/2021).

Dia mengatakan saat ini pihak Sriwijaya Air menyediakan hotline penumpang yang bisa dihubungi pada 021-806 37817.

Kronologi kecelakaan ini terjadi hilang kontak pada pukul 14.36 WIB. Pukul 14.37 WIB masih memberikan kontak untuk menaikkan ketinggian menjadi 29.000 kaki. Pukul 14.40 pesawat tidak mengarah pada 075 derajat melainkan ke Barat Laut.

"Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak," ujar Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika dalam keterangannya, dikutip Minggu (10/1/2021).

Dengan insiden ini, bertambah lagi rekam jejak kecelakaan pesawat dari Boeing. Kecelakaan yang hingga kini masih teringat adalah jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai Indonesia lainnya, Lion Air PK-LQP bernomor JT 610 yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Kecelakaan berikutnya dari pesawat buatan Boeing ini yakni milik Ethiopian Airlines yang jatuh pada 10 Maret 2019. Kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu menewaskan seluruh penumpang dan awak kabinnya yang berjumlah 157 orang.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading